Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Juri MTQ Sukun for Education Mulai Melakukan Penilaian Ketat



Reporter:    /  @ 22:30:55  /  17 Juni 2016

    Print       Email
mtq e

Dewan juri MTQ Sukun for Education saat menilai salah satu peserta. (MuriaNewsCom / Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar Sukun for Education, telah berlangsung sejak beberapa hari. Tak hanya para peserta yang sibuk dan waswas menunggu hasil. Para dewan juri juga sibuk melakukan penilaian.

Para dewan juri ini berasal dari berbagai kalangan, dan mereka tak akan begitu saja memilih salah satu peserta menjadi juara, jika kualitasnya tak mumpuni. Ada delapan dewan juri yang dihadirkan panitia, yang mempunyai tugas berbeda-beda.

Dua orang menilai tajwid, dua juri akan menilai lagu atau gaya, dua dewan juri akan menilai adab atau kesopanan, dan yang kedua lagi sebagai panitera maupun pengumpul nilai.

Salah satu dewan juri yakni Zumrotun. Penyuluh Agama bagian tahfid Kecamatan Dawe itu, didatangkan panitia khusus menilai pada bagian teknik lagu, cengkok maupun yang lainnya. “Saya harus teliti mulai dari bacaan taawudz hingga selesai,” kata Zum, Jumat (17/6/2016).

Dia melanjutkan, dewan juri harus bisa menilai keseluruhan. Yakni apakah dari pengaturan nafasnya, pengaturan nada mulai awal hingga akhir bisa terjaga dan juga kefasihannya.

“Saya lihat dari peserta awal tadi memang suaranya tinggi semua. Nah dari situ, peserta harus bisa menjaga nada suaranya. Sehingga nantinya saat ayat pertengahan hingga akhir tidak fals,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk kegiatan MTQ ini sangat bagus sebagai penggali bakat anak. Terutama di bidang qori. “Sehingga Kudus bisa mempunyai genarasi qori yang baik dan bisa hingga tingkat nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, penanggungjawab MTQ Sukun for Education Kartono mengatakan, panitia sangat teliti dalam memilih dewan juri. Dewan juri diambil dengan melihat kompetensi dan kemampuan mereka dalam hal MTQ.

“Kami mendatangkan dewan juri dari barbagai kalangan. Ada yang dari penyuluh agama bagain tahfid (hafal quran), ada yang dari PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam), ada yang dari profesional,” kata Kartono.

Dewan juri juga akan selalu memberikan perhatian atau penilaian secara adil dan tidak pilih kasih.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →