Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Awas, Ada Kue Lebaran Kedaluwarsa Masih Beredar di Grobogan



Reporter:    /  @ 16:09:15  /  17 Juni 2016

    Print       Email

 

Petugas memeriksa kue dan jajanan Lebaran di salah satu toko di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas memeriksa kue dan jajanan Lebaran di salah satu toko di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kepala Disperindagtamben Grobogan Muryanto mengimbau masyarakat untuk senantiasa lebih teliti ketika membeli barang kebutuhan sehari-hari. Terutama, makanan dan minuman dalam kemasan.

Imbauan itu dilontarkan seiring masih ditemukannya barang kedaluwarsa saat dilangsungkan razia disejumlah pertokoan di Kota Purwodadi, Jumat (17/6/2016). Selain Disperindagtamben, razia ini juga melibatkan Dinas Kesehatan dan Polres Grobogan.

“Kami meminta agar masyarakat lebih teliti saat membeli barang. Cek dulu labelnya untuk memastikan barang yang dibeli dalam keadaan aman untuk dikonsumsi atau tidak kedaluwarsa,” katanya.

Sementara itu, Kasi Kefarmasian dan Alkes Dinas Kesehatan Grobogan Bambang Siswanto menyatakan, beberapa barang kedaluwarsa itu berupa makanan dan kue kering. Sebagian barang merupakan produk lokal dan sebagian lagi merupakan produksi dari luar daerah.

“Setelah kami data, barang yang sudah kedaluwarsa harus ditarik dari pasaran. Sedangkan barang yang tanpa label kami minta kepada penjualnya agar klarifikasi kepada produsen atau penyuplai barang,” kata Bambang.

Menurut Bambang, makanan yang kedaluwarsa cukup membahayakan kesehatan jika dikonsumsi. Terutama bagi lambung. Sebab, bisa jadi makanan itu telah terkontiminasi dengan beberapa radikal bebas dan mengandung bibit penyakit berupa jamur serta bakteri yang dapat mengganggu kesehatan tubuh manusia.

Selain di pertokoan, barang kedaluwarsa itu juga ditemukan di Pasar Induk Purwodadi. Beberapa penjual makanan itu mengaku tidak bisa memperhatikan semua barang yang dijual.

Sebab, persediaan menjelang Lebaran ini bertambah banyak. Meski demikian, para penjual berjanji tidak akan menjual barang yang ditemukan kedaluwarsa tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Selengkapnya →