Loading...
You are here:  Home  >  Energi  >  Artikel ini

Gawat! Harga Elpiji di Tingkat Pengecer di Jepara Tak Terkendali



   /  @ 12:35:00  /  17 Juni 2016

    Print       Email

 

Beberapa karyawan sedang menyusun tabung gas elpiji. Saat ini, harga gas elpiji di tingkat pengecer tak terkendali (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Beberapa karyawan sedang menyusun tabung gas elpiji. Saat ini, harga gas elpiji di tingkat pengecer tak terkendali (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

         MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk elpiji 3 kilogram di Jepara sebesar Rp 15.500, namun konsumen gas bersubsidi itu membeli dengan harga yang jauh lebih tinggi. Salah satu penyebab utama tingginya harga tersebut disebabkan penjualan di tingkat pengecer tak terkendali.

Hal itu diakui Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto. Menurutnya, HET yang ditetapkan pemerintah itu hanya berlaku sampai di tingkat pangkalan. Sedangkan untuk tingkat pengecer, belum ada regulasi yang mengaturnya, sehingga harganya tidak dapat dikendalikan.“Ya, HET itu untuk penjualan elpiji 3 kilogram di tingkat pangkalan karena dalam aturan tidak ada istilah pengecer,” ujar Eriza kepada MuriaNewsCom, Jumat (17/6/2016).

Menurutnya, memang tidak menutup kemungkinan harga semakin tinggi ketika barang dari pangkalan dibeli pengecer lalu baru dijual ke konsumen. Pihak pengecer tentu saja menginginkan keuntungan dari hasil transaksinya tersebut. Lebih parah lagi ketika pengecer tersebut menjual ke pengecer lagi, baru dijual ke konsumen.“Mekanisme penjualan sebenarnya ada di pihak Pertamina. Sejauh ini belum ada pemberitahuan atau permintaan untuk mengatur penjualan gas bersubsidi itu di tingkat pengecer,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, HET yang diberlakukan untuk tingkat pangkalan itu dibuat pemerintah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) dan diterjemahkan di tingkat kabupaten. Sedangkan untuk tingkat pengecer belum ada instruksi atau perintah untuk membuat aturan.

“Kami tidak bisa membuat aturan di tingkat kabupaten untuk mengatur penjualan gas elpiji di tingkat pengecer tanpa ada permintaan dari Pertamina. Karena pendistribusian dan penjualan itu merupakan wewenang Pertamina,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →