MuriaNewsCom
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemkab Blora Bakal Fokus Garap Wisata Religi

115
 Para peziarah di Makam Sunan Pojok Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Para peziarah di Makam Sunan Pojok Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

         MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora berjanji bakal mengembangkan secara optimal mengenai potensi wisata yang ada di wilayah Blora, khususnya wisata religi dan budaya.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora Slamet Pamuji mengatakan, instansinya akan berupaya semaksimal mungkin mempromosikan  wisata religi dan budaya di Kota Sate itu.

Menurutnya, lokasi wisata religi dan budaya di Kabupaten Blora cukup banyak. Sehingga, perlu dilakukan pengembangan, agar banyak pengunjung yang datang di lokasi wisata tersebut. “Kami promosikan ke pelaku wisata, dengan harapan bisa berkembang yang ditandai dengan penambahan jumlah pengunjung,” katanya.

Slamet menyebutkan, lokasi wisata religi yang sedang dalam proses pengembangan di antaranya Makam Sunan Pojok di Kecamatan Blora, Tapaan Janjang di Kecamatan Jiken, Petilasan Kadipaten Jipang di Desa Jipang, Kecamatan Cepu, dan Makam KH Abdul Kohar di Desa Ngampel, Kecamatan Blora.

Dia tak mengungkapkan secara jelas anggaran yang dibutuhkan untuk mengembangkan wisata religi dan budaya itu. Namun, angkanya tidak terlalu besar. Sebab, pengembangan wisata religi dan budaya ini lebih bersifat pengembangan pada masyarakat yang ada di sekitar tempat wisata.“Apalagi lokasi wisatanya bukan aset pemkab,” tutur dia.

Dikatakan Slamet, langkah yang akan dilakukan adalah menciptakan masyarakat di lokasi wisata itu agar bisa mengembangkan ekonomi kreatif. Dengan begitu, masyarakat di sekitar tempat wisata bisa meningkat taraf hidupnya.

 

Editor : Kholistiono

 

United Futsal Pc

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.