Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Gara-gara Ini, Gas Elpiji 3 Kg di Jepara Mahal



   /  @ 17:07:01  /  16 Juni 2016

    Print       Email
 Sales Executif Elpiji dan Gas Pertamina Regional IV Jateng, Agung N Hananto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Sales Executif Elpiji dan Gas Pertamina Regional IV Jateng, Agung N Hananto (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

           MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3 Kg di Kabupaten Jepara telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Jateng melalui Pemkab Jepara sebesar Rp 15.500, nyatanya, masyarakat masih membeli gas bersubsidi itu dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Tingginya harga itu, disinyalir terjadi karena beberapa penyebab. Salah satunya, akibat aturan HET tersebut masih sebatas aturan penjualan di tingkat pangkalan. Sedangkan, masyarakat juga banyak yang membeli lewat pengecer yang sebelumnya kulakan dari pangkalan.

“Pengecer tentu saja mengambil keuntungan dengan menjual gas elpiji dengan harga yang lebih tinggi. Fakta di lapangan seperti itu, belum lagi kalau ada pengecer lagi yang kulakan dari pengecer. Sehingga harga ke konsumen menjadi sangat tinggi,” ujar Sales Executif Elpiji dan Gas Pertamina Regional IV Jateng, Agung N Hananto kepada MuriaNewsCom, Kamis (16/6/2016).

Menurutnya, hal itu sesuai dengan hasil pantauan harga dan distribusi di Jepara bagian utara yang pihaknya lakukan, kemarin. Sejumlah wilayah yang dipantau yakni Kecamatan Donorojo, Keling dan Kembang.“Dari hasil pantauan, stok elpiji 3 kilogram di sana aman. Pengecer juga bilang jika elpiji mudah didapat. Tapi harganya memang tinggi,” terang Agung.

Agung mencurigai, selain karena rantai distribusi yang terlalu panjang hingga sampai ada rumah tangga pengguna, tingginya harga elpiji juga disebabkan adanya permainan harga pada saat distribusi. Untuk itu, pihaknya menekankan agen-agen untuk tetap mengontrol jalur distribusinya, termasuk ke pangkalan yang menerima stok darinya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →