Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Blora dan Grobogan, Sama-sama Punya Jalan Jelek, Ini Lho Reaksi Wakil Rakyatnya  



Reporter:    /  @ 18:00:22  /  15 Juni 2016

    Print       Email
dprd E

Ketua Komisi C Iffah Hermawati menyerahkan cinderamata PADA Kabid Bina Marga Wilayah Timur Dinas Bina Marga Grobogan Ibnu Arli saat melangsungkan kunjungan kerja. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kabupaten Blora dan Grobogan memang memilik jalan raya yang rusak. Bahkan jumlahnya juga tidak sedikit.

Dari data yang dihimpun, di Grobogan misalnya. Panjang jalan provinsi di Grobogan yang masuk kewenangan BPT Bina Marga Jateng Wilayah Purwodadi sekitar 152 km.

Sejak beberapa tahun lalu hingga akhir 2016 nanti, ruas jalan yang selesai diperbaiki panjangnya baru mencapai 113 km. Sedangkan, sisanya sekitar 39 km akan dituntaskan pada tahun 2017.

Di Blora, perubahan status jalan raya Blora – Cepu dari jalan provinsi menjadi jalan nasional belum diikuti dengan perbaikan dalam skala besar. Jalan sepanjang 35 kilometer itu bahkan rusak parah.

Selain karena musim hujan, tonase jalan juga sudah tak kuat menahan beban kendaraan. Faktanya banyak jalan berlubang di jalan nasional tersebut. Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun ini hanya menganggarkan untuk perawatan rutin.

Hal itulah yang membuat anggota DPRD Blora, Rabu (15/6/2016) melangsungkan kunjungan kerja di Grobogan. Wakil rakyat yang datang ini adalah anggota yang tergabung dalam komisi C dan D.

Rombongan tamu dari kabupaten tetangga itu dipimpin Ketua Komisi C Iffah Hermawati dan Ketua Komisi D Siswanto beserta para anggotanya. Kabid Bina Marga Wilayah Timur Dinas Bina Marga Grobogan Ibnu Arli dan Kabid PMPTK Dinas Pendidikan Moh Amin menyambut kedatangan rombongan.

Kedatangan wakil rakyat ini bertujuan untuk belajar bersama dalam pengelolaan pembangunan insfrastruktur dan sumber daya manusia.

”Kami ingin meningkatkan kapasitas DPRD sesuai tugas-tugas di komisi. Kedatangan kami kesini untuk sama-sama belajar dan tukar pendapat dengan SKPD di Pemkab Grobogan,” kata Iffah.

Menurutnya, ada beberapa poin yang menjadi perhatian dalam kunjungan ini. Seperti pelaksanaan kegiatan yang menggunakan dana APBN. Terlebih, untuk kegiatan yang pengerjaannya ada di lintas SKPD.

”Ada beberapa persoalan yang kita temui selama ini. Khususnya dalam hal perbaikan infrastruktur jalan. Ini yang ingin kami tanyakan di sini, bagaimana langkah dinas dalam menghadapi masalah ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Iffah juga memberi masukan untuk Pemkab Grobogan dalam pengelolaan jalan milik perhutani. Pemerintah kabupaten harus membuat semacam kesepakatan dengan kementrian terkait penanganan jalan yang ada di atas lahan perhutani.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Letkol Andri Serahkan “Mahkota” Kepemimpinan Kodim 0718/Pati untuk Letkol Arief

Selengkapnya →