Loading...
You are here:  Home  >  Infrastruktur  >  Artikel ini

Awas! Limbah Medis Puskesmas Berbahaya



Reporter:    /  @ 15:50:49  /  15 Juni 2016

    Print       Email
Salah satu pelayanan kesehatan. Untuk diketahui limbah kesehatan berbahaya jika tidak diolah dengan baik (MuriaNewsCom)

Salah satu pelayanan kesehatan. Untuk diketahui limbah kesehatan berbahaya jika tidak diolah dengan baik (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Limbah medis dari rumah sakit atau sarana pelayanan kesehatan lainnya, seperti puskesmas, berpotensi menghasilkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Untuk itu, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sangat diperlukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Maryata melalui Kasi Penyehatan Lingkungan Rusiyati mengatakan, keberadaan IPAL sangat diperlukan, agar limbah medis yang dihasilkan sarana pelayanan kesehatan dapat diolah dengan baik, sehingga tidak berbahaya bagi manusia.

“Agar limbah tersebut tidak berdampak buruk terhadap manusia, maka dibutuhkan pengolahan limbah yang baku, sesuai dengan standar yang ditentukan. Agar lingkungan sekitar tidak tercemar dengan adanya limbah medis tersebut,” katanya.

Menurutnya, puskesmas berperan dalam pelayanan kesehatan lingkungan, makanya dibutuhkan sarana dan prasarana yang baik. Dalam hal ini, untuk di Kudus, alat pengolahan limbah sudah diberikan ke masing-masing puskesmas.

“Puskesmas Rejosari sudah ada IPAL, karena sebagai puskesmas paru, sehingga fasilitasnya harus mendukung. Dan, untuk puskesmas lainnya, kini IPAL-nya sedang dalam proses pembuatan, yang dananya diambilkan dari dana APBD Kabupaten Kudus,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Gondosari, Kecamatan Gebog Yudo Sutrisno mengatakan, pembuatan IPAL sudah hampir selesai. Ada tiga lubang di antaranya untuk septic tank, pengolahan limbah dan kolam.”Kalau kolam untuk wadah air hasil pengolahan, nantinya juga akan diberi ikan sebagai penanda air hasil olahan limbah nanti bebas racun atau belum. Dan, pengadaan IPAL ini akan ada sertifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup,”ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →