Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Pemkab Pati Sidak ke Pasar Tradisional dan Modern



Reporter:    /  @ 15:09:08  /  15 Juni 2016

    Print       Email
sidak e

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Pati tengah memeriksa masa kadaluarsa produk dalam parsel di ADA Swalayan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pemkab Pati melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan modern yang ada di Kabupaten Pati, Rabu (15/6/2016).

Salah satu pasar yang disidak, antara lain Pasar Puri Baru, Pasar Rogowongso, Swalayan Luwes dan ADA. Dari hasil sidak, harga kebutuhan selama Ramadan di Pati yang mengalami kenaikan dinilai masih wajar dan bisa dijangkau masyarakat.

“Daging sapi yang semula harganya Rp 100 ribu per kg, saat ini harganya tidak mengalami kenaikan. Harga daging sapi di Pati cenderung stabil dari sebelum Ramadan hingga memasuki Ramadan. Padahal, di daerah lainnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ujar Asisten II Setda Pati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra Pujo Winarno.

Wakil Ketua TPID Pati ini juga menyebut, daging ayam potong yang semula harganya Rp 30 ribu per kg, saat ini harganya berkisar di angka Rp 31 ribu hingga Rp 32 ribu per kg. Kenaikan harga daging tersebut dinilai tidak terlalu signifikan dan masih bisa dijangkau warga.

Selain itu, hasil sidak menunjukkan, harga-harga kebutuhan di Pasar Rogowongso cenderung lebih  murah antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000 dibandingkan dengan harga komoditas di Pasar Puri Baru dan pasar modern. “Pasar Rogowongso ternyata lebih murah ketimbang Pasar Puri Baru. Harganya terpaut antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000,” tutur Pujo.

Ia menambahkan, sidak tersebut dilakukan untuk mengetahui harga kebutuhan masyarakat di pasar tradisional dan modern, terutama komoditas daging yang mengalami lonjakan di daerah lain. Namun, Pemkab Pati cukup lega dengan kondisi pasar di Pati yang masih stabil.

“Saya cukup lega, karena hasil sidak menunjukkan harga sembako di Pati tidak mengalami kenaikan yang signifikan selama Ramadan. Sebab, harga daging di daerah lain mengalami lonjakan yang signifikan. Namun, Pati menunjukkan gejala yang berbeda, yaitu harga masih relatif stabil,” kata Bupati Pati Haryanto, menanggapi hasil sidak yang dilakukan Tim TPID Pati.

Bupati berharap, harga sembako dan kebutuhan lainnya tidak mengalami lonjakan yang signifikan pada Lebaran nanti. Dengan begitu, harga sembako dan beragam kebutuhan Lebaran bisa dijangkau semua warga.

 

Sidak produk kedaluarsa

Selain sidak harga kebutuhan warga, Tim TPID Pati juga melakukan sidak terkait dengan kemungkinan produk yang dijual mengalami kadaluarsa. Dua pasar modern yang menjadi sasaran sidak, yakni Luwes dan ADA.

Tim TPID membuka sejumlah kemasan parsel yang berisi berbagai produk. Mereka melihat produk satu per satu. Hasilnya, semua produk yang dikemas dalam parsel aman dikonsumsi dan tidak ditemukan produk kadaluarsa.

Namun, Tim TPID menyayangkan tidak ada masa kadaluarsa untuk produk makanan ringan curah. Karena itu, TPID meminta kepada pengelola swalayan untuk memberikan label kadaluarsa di setiap toples.

“Kami sudah berikan teguran pada pengelola swalayan supaya memberikan label kadaluarsa, sehingga kualitas makanan bisa dijamin. Besok kami bakal melakukan pemantauan ulang. Bila imbauan tidak diperhatikan, kami akan menindak dengan tegas,” tegas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pati Riyoso.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →