Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Nasib Kartu BBM Nelayan di Jepara Tak Jelas



   /  @ 08:27:17  /  15 Juni 2016

    Print       Email
Pengecer BBM solar untuk nelayan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pengecer BBM solar untuk nelayan di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

    MuriaNewsCom, Jepara – Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupa kartu Bahan Bakar Minyak (BBM) nelayan di Kabupaten Jepara sampai saat ini tidak jelas. Pasalnya, sejak dilakukan pendataan dan pengajuan pencetakkan ke dinas terkait di tingkat provinsi 2014 lalu, sampai saat ini baru 800 an kartu yang dicetak dari 3.514 yang seharusnya dicetak. Itu pun belum dibagikan kepada yang berhak.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jepara, Isnan Haryoko menjelaskan, jumlah kartu yang sudah tercetak tersebut terpaksa belum dibagikan karena harus menunggu semuanya tercetak terlebih dahulu, sesuai dengan jumlah yang diajukan.

“Sampai sekarang masih tetap baru 800 an yang tercetak, sehingga belum bisa kami bagikan kepada nelayan. Kami harus menunggu untuk semuanya tercetak,” ujar Isnan Haryoko, Selasa (14/6/2016).

Menurutnya, selain pembagian disyaratkan harus secara keseluruhan rampung terlebih dahulu, di dalam kartu yang berisi sejumlah data mengenai pemiliki kapal dan data singkat kapal tersebut belum tercatat kuota BBM yang diberikan. Pasalnya, kuota BBM untuk setiap kapal berbeda-beda, bergantung gross tonnage (GT) masing-masing kapal.“Saat ini kartu (kartu BBM nelayan –red) belum dibagikan sama sekali. Saat kami cek, ternyata juga belum terdeteksi berapa kuota BBM,” kata Isnan.

 Masalah lain yang dihadapi terkait hal ini, katanya, mengenai kesiapan dan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Jepara. Dengan panjang pantai mencapai 85 kilometer, di Jepara hanya memiliki empat SPBN. Di ujung selatan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung, di tengah di Ujungbatu Kecamatan Jepara, wilayah utara di Jambu, Kecamatan Mlonggo, dan terakhir di Ujungwatu, Kecamatan Donorojo.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →