Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini
CERITA RAMADAN

Kisah TKW Pati di Hongkong yang Batalkan Puasa karena Takut Bos



   /  @ 14:00:04  /  14 Juni 2016

    Print       Email
pati cerita ramadan hongkong

Dokumen Pribadi

 

MuriaNewsCom, Pati – Bagi Siti Rukhamah, Ramadan tahun ini bisa dilalui dengan cukup mudah. Jauh dari kampung halaman bukan lagi jadi hal menyedihkan baginya. Apalagi Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hongkong itu sudah 15 kali Ramadan berada di negeri orang.

Ya, perempuan yang tercatat sebagai warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, ini sudah belasan tahun menjadi seorang tenaga kerja wanita (TKW) di negerinya Jackie Chan itu. Pengalaman belasan tahun berpuasa di negeri orang membuatnya sudah bisa mengendalikan emosi kangen kampung halaman.

Meski demikian, pada awal-awal menjadi seorang buruh migran, Siti juga sama seperti orang-orang lain. Bahkan pengalaman Ramadan pertamanya di negeri orang waktu itu,  juga cukup menggelikan. Kepada MuriaNewsCom Siti Rukhamah bercerita, sekitar tahun 1998 ia baru memasuki dunia barunya sebagai buruh migran.

Negara yang dituju yakni Hongkong. Di negara ini Siti Rukhamah bekerja layaknya pekerja dari Indonesia lainnya. Di negara ini ia harus beradaptasi dengan “dunia” yang baru, termasuk harus beradaptasi dalam urusan ibadah.

Contohnya saat Ramadan, ia tak bisa menemukan nikmatnya berpuasa, seperti yang ia rasakan di Tanah Air. Bahkan saat itu, ia cukup takut “berpuasa”.

“Saat pertama-pertama di Hongkong, saya itu itu takut, jadi puasanya tidak bisa penuh satu bulan. Karena saya belum bisa lancar bahasanya, jadi ada rasa takut sama bos. Jadi kalau disuruh makan ya ikutan saja, meski puasa. Habis mau ngomong gak bisa, takut dikirain kita gak mau makan,” akunya.

Namun saat ini, ia sudah bisa menjalankan puasa dengan lancar. Ia juga sudah bisa hafal di luar kepala berbagai macam dialek di Hongkong. Si bos menurut dia, juga memberi kebebesan kepadanya untuk beribadah dan berpuasa.

Hanya, memang ia tak bisa menjalankannya secara leluasa, karena ia menyadari posisinya sebagai pekerja. Sebagai contoh, ia tidak bisa setiap hari pergi salat tarawih. “Karena masjidnya itu jauh. Lagian itu waktu yang sangat sibuk, karena harus masak untuk makan bos yang baru pulang kerja. Salat Maghrib saja harus cepet-cepetan,” ujarnya.

Jam untuk berbuka puasa di wilayah Hongkong, yakni sekitar pukul 19.10 waktu setempat. Di Hongkong, muslim harus berpuasa sekitar 15 jam. Namun untuk Siti, ia harus berpuasa lebih lama, karena meski fajar/imsak jatuh sekitar pukul 04.00, ia melakukan sahur sekitar pukul 01.00 malam. “Itu pun hanya sahur di kamar dengan roti dan minuman saja,” ceritanya.

 

TKW di Hongkong Juga Yasinan dan Tadarusan

Saat libur atau hari Minggu, menjadi waktu yang istimewa bagi para BMI di Hongkong. Pada hari ini mereka biasa berkumpul sesama buruh migran dari Indonesia, di suatu tempat. Banyak aktivitas yang dilakukan, mulai dari kongkow bersama, ngobrol dan jalan-jalan.

Sementara saat Ramadan seperti ini mereka juga menggelar kegiatan-kegiatan yang bersifat Islami. “Kami biasa menggelar Yasinan, taduran Al-Quran. Tempatnya bisa di mana saja, yang penting tidak mengganggu publik Hongkong,” terangnya.

Kesempatan berkumpul bersama rekan-rekan se-Tanah Air bisa menjadi pengobat rindunya terhadap kampung halaman. Ia mengaku, sangat kangen dengan suasana Ramadan di kampung halamannya. Saat Ramadan sangat semarak dengan kegiatan-kegiatan Islami.

Terlebih suasana Lebaran di kampung, yang sudah beberapa tahun tak pernah ia rasakan. Kalau kangen dengan suasana itu, biasanya ia menelepon keluarganya di Tanah Air, dan bercerita tentang keadaan di kampungnya.

“Yang bisa saya lakukan hanya telepon, tanya soal di kampung. Sebenarnya sedih, sudah bertahun-tahun tak pernah sungkem sama ibu. Tapi mau bagaimana lagi, yang membuat aku bertahan di sini hanya cita-citaku,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →