Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Korban Trafficking di Pati Sudah Hamil 3 Bulan Saat Digerebek di Safin Hotel



Reporter:    /  @ 18:19:52  /  13 Juni 2016

    Print       Email
trafiking e

Kuasa hukum terdakwa dan JPU mencocokkan dokumen hasil BAP di depan Majelis Hakim dalam sidang kasus perdagangan anak di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah fakta di persidangan terungkap, setelah sidang para saksi kasus perdagangan anak di bawah umur yang melibatkan siswa salah satu madrasah aliyah (MA) digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Senin (13/6/2016).

Diketahui, korban trafficking, M (17). Ibu korban mengaku bila M sebetulnya sudah hamil tiga bulan saat penggerebekan yang dilakukan petugas Polda Jateng berlangsung di Hotel Safin, Rabu (23/3/2016).

“Anak saya itu sudah hamil tiga bulan waktu ada penggrebekan. Anak saya nikah siri pada Februari 2016 lalu dan menikah resmi pada Maret 2016 lalu,” ujar ibu korban di depan majelis hakim.

Sang ibu juga mengaku, M sempat mau mencari kerja dan diantar suami dengan bekerja sebagai sales kosmetik. Bukannya kerja di bidang kosmetik, M justru dijual oleh Andro yang saat ini ditetapkan sebagai terdakwa.

Dari pengakuan M sendiri, kenal Andro dari Facebook dan dijanjikan mau dicarikan kerjaan. “Keduanya sudah kenal lama. Saat digerebek polisi, pemesan merupakan polisi dan hanya kenalan dan interview, sebelum akhirnya digerebek,” kata Ahmad Sofwan, kuasa hukum terdakwa.

Dikatakan Sofwan, Andro sudah enam kali menjual M kepada pria hidung belang. Selain mendapatkan uang, Andro juga mendapatkan bonus berhubungan seksual dengan M. Setiap kali main, korban mendapatkan uang bersih dari Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Miris! Siswi Madrasah Aliyah di Pati Diduga Dijual untuk Pria Hidung Belang

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →