Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Kepala KPP Pratama Jepara: Gak Usah Takut Gunakan Kartu Kredit



   /  @ 13:23:40  /  13 Juni 2016

    Print       Email

f-kpp pratama (e)

   MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara, Endaryono menyampaikan, masyarakat tidak perlu takut menggunakan kartu kredit meskipun perbankan diwajibkan melaporkan data transaksi kartu kredit nasabahnya oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak. Sebab kebijakan terhadap perbankan tersebut semata-mata untuk kepentingan data perpajakan, bukan untuk kepentingan lain.

“Sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, Ditjen Pajak memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data yang diterima dari pihak lain. Gak usah takut gunakan kartu kredit,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Senin (13/6/2016).

Menurutnya, data transaksi kartu kredit akan dimanfaatkan untuk mengawasi kepatuhan perpajakan, yakni sebagai pembanding data penghasilan yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan. Sepanjang seluruh penghasilan pengguna kartu kredit dilaporkan secara benar, tidak akan ada masalah.

“Dalam hal transaksi kartu kredit secara konsisten melebihi kewajaran penghasilan yang dilaporkan dalam SPT, namun transaksi tidak terkait dengan penggunaan penghasilan, misalnya untuk keperluan kantor atau orang lain, petugas pajak tidak akan serta merta menetapkan pajak atas ketidakwajaran itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penetapan pajak akan didahului dengan permintaan klarifikasi, konseling dan iimbauan pembetulan SPT. Pada saat itu, wajib pajak memiliki kesempatan untuk memberikan klarifikasi.

“Penjelasan masalah ini juga telah disampaikan oleh Ditjen Pajak secara langsung pada 7 Juni 2016 lalu. Kebijakan tentang kewajiban pelaporan data transaksi kartu kredit pada nasabah perbankan itu dikeluarkan pada 22 Maret 2016 melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 39/PMK.03/2016 tentang Rincian Jenis Data dan Informasi serta tata cara penyampaian data dan informasi berkaitan dengan perpajakan,” terangnya.

Institusinya mendukung penuh transaksi non tunai dan tidak menghalangi masyarakat menggunakan fasilitas kartu kredit. Justru Endaryono mendorong masyarakat untuk menggunakan kartu kredit karena dalam transaksinya, nasabah sudah berkontribusi pajak. Sebab, pengguna kartu kredit sudah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPn).“Masyarakat jangan takut gunakan kartu kredit. Justru pengguna kartu kredit ini sudah berkontribusi pajak, ada PPn,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →