Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Blora  >  Artikel ini

Pertamina Diminta Perkecil Persentase Keuntungan dari Tambang Sumur Tua yang Dikelola Masyarakat



   /  @ 12:30:57  /  13 Juni 2016

    Print       Email
Salah satu sumur tua yang dikelola oleh masyarakat (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Salah satu sumur tua yang dikelola oleh masyarakat (muriaNewsCom/Rifqi Gozali)

   MuriaNewsCom, Blora – Anggota Komisi VII DPR RI Seno Margo Utomo meminta, agar pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) , bisa mengurangi atau memperkecil persentase keuntangannya dari pertambangan minyak sumur tua yang dilakukan oleh rakyat, khususnya di Kabupaten Blora.

Menurutnya, keuntungan Pertamina EP dari formula perhitungan dalam penentuan tarif per liter ongkos angkat angkut minyak sumur tua, dianggap terlalu besar. “Padahal mereka tidak mengeluarkan biaya apapun dalam pertambangan yang dikelola oleh masyarakat,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam penentuan tarif ongkos angkat angkut pemerintah melalui Pertamina EP telah membuat rumusan untuk menentukan tarif ongkos angkat angkut per liter minyak mentah. Yakni,70 persen dikalikan harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) Cepu.Kemudian dikalikan kurs tengah rata-rata per bulan BI, baru dibagi 158,987 liter (1 Barel). Menurut Seno, Pertamina mengambil keuntungan 30 persen dari produksi penambang. “Hasilnya masih kecil. Karena ongkos produksi yang dikelauarkan tidak sedikit,” katanya.

Seharusnya, lanjut dia dalam formula perhitungan tersebut hasil yang didapat penambang bisa lebih besar. “Pertamina cukup mengambil 10 persen dari formula itu. Dengan begitu, penambang bisa bergairah lagi dalam melakukan produksi. “Saya akan coba menyampaikan hal ini kepada pusat,” kata Seno.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Penambang Sumur Tua, Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora, Supraptono berharap, ada persentase perhitungan yang lebih tinggi. “Saya juga bertanya pada Pertamina perihal persentase tersebut. Pertamina tidak bisa menjawab, karena itu rumus dari pemerintah,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Viral, Video Polisi di Grobogan Diomeli Warga saat Melangsungkan Razia, Begini Penjelasan Kapolres

Selengkapnya →