Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini
CERITA RAMADAN

Mengintip Pasar Ramadan di Kota Kinabalu Malaysia Bareng Warga Pati



Reporter:    /  @ 09:10:10  /  12 Juni 2016

    Print       Email
cerita 2

Suasana Pasar Ramadan di Sulaman, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia. (Dok. Erieq Dhanar Nugraha)

 

MuriaNewsCom, Pati – Erieq Dhanar Nugraha, warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Winong, Pati, menceritakan suasana Ramadan di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia di mana ia tinggal saat ini. Tak berbeda dengan Ramadan di Indonesia, Pasar Ramadan meramaikan suasana menjelang buka puasa.

Di sana, Erieq biasanya berburu takjil dan makanan khas Jawa. Sebab, lidah Erieq tidak begitu cocok dengan masakan khas Sabah, Malaysia.

Anehnya, jajanan dan masakan khas Jawa membanjiri tempat-tempat Pasar Ramadan di Kinabalu. Misalnya saja, martabak, kolak, lupis, apem, tempe, dan masih banyak lagi jajanan khas Jawa lainnya.

“Kalau bicara soal Ramadan, sebetulnya sama saja. Karena, Malaysia rumpunnya tak jauh berbeda dengan Indonesia. Namun anehnya, banyak jajanan Jawa yang membanjiri dan digemari penduduk Kinabalu. Masakan China, India, dan Barat sendiri tidak terlalu banyak diburu warga,” cerita Erieq kepada MuriaNewsCom, Sabtu (11/6/2016).

Masakan khas Sabah sendiri, biasanya nasinya cenderung keras sehingga penjual selalu menyediakan sup dalam mangkuk kecil. Semua kuliner, kata Erieq, selalu disertakan sup dalam mangkuk kecil, mulai dari nasi goreng, mi goreng, hingga ayam penyet.

“Di manapun tempatnya, saya biasanya berburu kuliner masakan khas Jawa, termasuk ketika berburu takjil di Pasar Ramadan. Tak perlu repot cari masakan Jawa, karena kuliner Jawa di sana mendominasi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →