Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Penyandang Disabilitas di Grobogan Belum Terdata



Reporter:    /  @ 18:30:26  /  11 Juni 2016

    Print       Email
Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan peralatan pada penyandang disabilitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyerahkan bantuan peralatan pada penyandang disabilitas. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap Dinas Sosial, Tenaga Kerja, Transmigrasi, setempat membuat pendataan jumlah penyandang disabilitas.

Hal itu diperlukan agar pemkab bisa membuatkan program, khususnya bantuan peralatan pada penyandang disabilitas tersebut.

“Kami berharap dinas terkait dibantu camat dan kades bisa membuat database penyandang disabilitas se-kabupaten. Kalau punya data yang lengkap akan memudahkan dan membantu ketika membikin program untuk mereka,” tegas Sri saat menyerahkan bantuan berupa alat bantu jalan pada penyandang disabilitas di Kantor Kecamatan Wirosari, Sabtu (11/6/2016).

Selain melakukan pendataan, dinas terkait juga diminta lebih aktif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial di berbagai daerah. Sebab, seringkali yayasan tersebut punya berbagai program, khususnya bantuan yang disalurkan pada penyandang disabilitas.

“Bantuan yang kita serahkan ini didapatkan berkat kerja sama dengan Yayasan Sosial Berani Bangsa Jakarta. Inilah salah satu manfaat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan yayasan sosial tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menambahkan, jenis bantuan peralatan itu ada empat macam. Masing-masing, 8 unit kursi roda, 2 walker, 2 kruk dan 1 tongkat netra. Bantuan peralatan tersebut baru saja diterima beberapa hari lalu dari Yayasan Sosial Berani Bangsa Jakarta.

Dijelaskan, sebelumnya, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan pada 11 penyandang disabilitas. Wujudnya berupa kaki dan tangan palsu. Rinciannya, 8 orang penerima kaki palsu dan 3 orang penerima tangan palsu.

Bantuan ini merupakan kerjasama antara Dinsosnakertrans dengan Paguyuban Rantau Grobogan (PRG) Korcab Semarang dan Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD) Bantul, Yogyakarta. Hanya saja, bantuan kaki dan tangan palsu itu tidak bisa diserahkan dengan cepat.

Sebab, para calon menerima terlebih dahulu harus menjalani proses pengukuran. Setelah itu, barangnya akan dipesankan sesuai ukuran penerima tersebut.

“Proses pengukuran kaki dan tangan palsu itu sudah kita lakukan Selasa (24/5/2016) lalu di Bantul. Perlu diketahui, pembuatan kaki dan tangan palsu tersebut dilakukan di India. Oleh sebab itu, penyandang disabilitas baru akan menerima dan bisa menggunakan bantuan itu sekitar 3 bulan ke depan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →