Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Disdikpora Kudus Sarankan Ada Surat Perjanjian Antara Pihak Sekolah dan Ortu Terkait Tata Tertib Sekolah



Reporter:    /  @ 15:48:03  /  11 Juni 2016

    Print       Email

f-disdikpora

   MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengimbau kepada sekolah untuk membuat surat perjanjian dengan orang tua siswa terkait pemberlakuan tata tertib di sekolah.

Hal ini, katanya, untuk mengantisipasi adanya tindakan hukum yang dilakukan orang tua, ketika, guru di sekolah melakukan tindakan sanksi terhadap siswa di sekolah. Karena, saat ini sudah ada beberapa kasus hukum yang menjerat guru, karena laporan orang tua atas tindakan guru yang sebenarnya wajar dilakukan dalam hal pemberian sanksi terhadap siswa.

Menurutnya, aturan di setiap sekolah berbeda-beda dan tidak selalu guru yang yang memberikan sanksi terhadap siswa itu justru bersalah.”Kalau perlu orang tua atau wali siswa dapat melakukan kontrak kerja sama, jadi orang tua menandatangani kesepakatan, agar anaknya mematuhi peraturan di sekolah. Hal itu sebagai jaminan agar di kemudian hari tidak menjadi persoalan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, antisipasi kasus hukum antara pihak sekolah dan orang tua harus dimulai sejak awal, khususnya pada penerimaan siswa baru seperti ini, sehingga siswa yang baru masuk bisa paham betul tentang peraturan sekolah.

Joko mengatakan, mulai tahun ajaran baru 2016/2017, sekolah di semua tingkatan, baik  dari SD /MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK disarankan membuat surat pernyataan di atas meterai antara orang tua dengan sekolah, terkait aturan di sekolah.

“Misalnya saja, ada siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah dan guru menghukum sesuai dengan kewajaran, tentunya ketika siswa mengadu kepada orang tua harus ditelusuri lebih dulu, dan tidak perlu ada tuntut-menuntut, apalagi secara hukum,” ujarnya.

Hal seperti itu, katanya, bisa dimasukkan dalam surat pernyataan. “Orang tua sekarang, kalau mendapatkan pengaduan dari anaknya misal dijewer atau dihukum guru dalam bentuk lainnya, terkadang langsung marah-marah, bahkan langsung mengadu ke pihak berwajib, tanpa dikroscek terlebih dulu,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →