Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Pemkab Pati Bangun 9 Pasar Tradisional



Reporter:    /  @ 14:30:58  /  11 Juni 2016

    Print       Email
pasar e

Seorang anak dan ibu keluar dari Pasar Rogowongso Pati usai belanja. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati menyiapkan langkah khusus untuk melindungi pasar tradisional menghadapi persaingan global, terutama memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Salah satunya, upaya pembangunan sembilan pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pati.

Sedikitnya ada sembilan pasar tradisional yang dibangun, di antaranya Pasar Tayu, Winong, Puri, Sleko, Rogowongso, Bulumanis, Trangkil, Wedarijaksa, dan Kayen. Dari sembilan pasar tradisional tersebut, tiga pasar di antaranya berada di wilayah Pati Kota.

“Kami akui perkembangan pasar modern di Pati saat ini cukup pesat. Karena itu, pasar tradisional butuh sentuhan agar bisa mengimbangi pasar modern. Selain itu, pembangunan bertujuan untuk melindungi pasar tradisional dari kompetisi persaingan global, terutama MEA,” ujar Bupati Pati Haryanto, Sabtu (11/6/2016).

Pasar Kayen sendiri dibangun dalam dua tahun anggaran senilai Rp 4 miliar. Pembangunan Pasar Kayen akan dilanjutkan setelah Lebaran tahun ini. Hal itu diakui sudah sesuai dengan permintaan pedagang pasar.

Sementara itu, pembangunan Pasar Rogowongso masih dalam tahap persiapan dengan total anggaran berkisar di angka Rp 6 miliar. Pembangunan Pasar Rogowongso dikatakan cukup mendesak. Karena pedagang sampai berjualan di badan jalan dan trotoar.

Akibatnya, jalan di sekitar Jalan Rogowongso acapkali macet. Karena itu, pasar tradisional yang berjarak sekitar 300 meter dari jantung Kota Pati itu mendesak dibangun. Bila tidak, kemacetan akan terus melanda kawasan pasar tersebut.

“Ke depan, ada banyak pasar tradisional yang akan dibangun. Kalau pasar tradisional tertata rapi dan bangunannya laik, daya saing akan meningkat. Pedagang betah dan pembeli nyaman. Ini yang saya katakan sebagai upaya untuk meningkatkan pasar tradisional dalam bersaing menghadapi kompetisi global,” tutur Haryanto.

Terkait dengan menjamurnya toko modern di Pati, Bupati mengaku tidak bisa menolak investasi yang baik untuk perkembangan ekonomi di Kabupaten Pati. Namun, ia tetap memperhatikan keberlangsungan pasar tradisional agar bisa eksis yang selama ini menopang kemandirian ekonomi warga Pati.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Letkol Andri Serahkan “Mahkota” Kepemimpinan Kodim 0718/Pati untuk Letkol Arief

Selengkapnya →