Loading...
You are here:  Home  >  Politik & Pemerintahan  >  Artikel ini

Direktur Baru PDAM Rembang Umbar Janji Naikkan Gaji



   /  @ 17:00:25  /  10 Juni 2016

    Print       Email
Direktur PDAM Rembang Muhammad Affan (kiri, bersalaman) memberikan kenang-kenangan kepada Plt. Direktur sebelumnya Agus Siswanto dalam acara serah terima jabatan Direktur PDAM Rembang di kantor PDAM Rembang, Jumat (10/6/2016) (MuriaNewsCom/Achmad Hasyim)

Direktur PDAM Rembang Muhammad Affan (kiri, bersalaman) memberikan kenang-kenangan kepada Plt. Direktur sebelumnya Agus Siswanto dalam acara serah terima jabatan Direktur PDAM Rembang di kantor PDAM Rembang, Jumat (10/6/2016) (MuriaNewsCom/Achmad Hasyim)

 

MuriaNewsCom, Rembang – PDAM Rembang serah terima jabatan Plt Direktur Agus Siswanto ke Direktur baru Muhammad Affan, Jumat (10/6/2016). Affan dilantik Bupati Rembang Abdul Hafidz pada Jumat lalu (3/6/2016) di Pendapa Museum Kartini.

Di hadapan hadirin, Affan mengatakan akan meningkatkan kesejahteraan karyawan BUMD tersebut. Ia akan mengusahakan gaji karyawan sudah naik mulai awal 2017. Saat menyampaikan perihal kenaikan gaji tersebut, hadirin yang terdiri atas karyawan PDAM memberikan tepuk tangan.

“Setelah saya berkunjung ke unit PDAM di kecamatan, ada aspirasi dari karyawan. Karyawan sudah bertahun-tahun tidak naik gaji,” ujarnya ketika diwawancarai wartawan setelah selesai acara.

Ia menjelaskan, kenaikan gaji karyawan bertujuan agar karyawan lebih bersemangat dalam melayani konsumen. Kenaikan gaji ini, menurutnya, tidak akan membebani perusahaan karena ia bersama seluruh karyawan PDAM akan memperbaiki pemborosan yang terjadi sebelumnya.

“Kalau inefisiensi (pemborosan) dapat saya ubah menjadi efisiensi, saya dapat mengubah gaji. Inefisiensi tersebut contohnya penggunaan bahan kimia yang tidak didahului tes terhadap karakter air baku,” kata Affan.

Menurutnya, karakter air baku atau air di penampungan PDAM harus dites dulu agar penggunaan kaporit bisa efisien. Pemborosan selanjutnya, menurutnya, penggunaan tangki sebagai alat ukur bahan kimia yang dikirim penyuplai. Seharusnya, alat ukur bukanlah tangki sehingga kualitas dan jumlah akurat bahan bisa diukur.

“Selanjutnya bekas kaporit akan dikelola oleh perusahaan, jadi tidak ada bahan yang terbuang dan mobil tangki yang berjumlah delapan akan dimanfaatkan untuk berjualan air,” imbuh pria yang 10 tahun menjadi guru kewirausahaan di SMK di Rembang ini.

Menurutnya, selama ini mobil tangki hanya beroperasi ketika musim kemarau atau ketika air PDAM macet. Jika air PDAM lancar, mobil tangki hanya menganggur. Jika efisiensi ini dilakukan, ia optimistis pemasukan perusahaan akan bertambah sehingga secara otomatis, kenaikan gaji karyawan sangat memungkinkan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Letkol Andri Serahkan “Mahkota” Kepemimpinan Kodim 0718/Pati untuk Letkol Arief

Selengkapnya →