Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Botok, Menu Berbuka Puasa di Kudus yang Cocok di Lidah



Reporter:    /  @ 11:15:19  /  10 Juni 2016

    Print       Email
botok 2 e

Penjual menu makanan botok melayani pelangganya di Desa Rendeng, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono).

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kudus yang berbuka puasa, atau sahur, pasti sudah familiar dengan menu satu ini. Menu yang biasa jadi andalan rumah tangga.

Botok, menu makanan khas Jawa. Terbuat dari ampas atau bungkil kelapa yang sudah diambil sarinya (santan). Pada awalnya, botok dimasak agar ampas kelapa yang masih bergizi ini tidak dibuang.

Hmm, rasanya lezat. Banyak warga, terutama asli Kudus jatuh hati dengannya. Mereka kerap memilih botok jadi lauk pauknya. Karena rasanya yang lezat.

Bahkan, ada sebagian warga yang mengaku, melahap botok membuat nafsu makan bertambah.

Sebut saja, Jumisih (42), warga Barongan, Kecamatan Kota, Kudus. Ditemui di satu warung makan penyedia menu botok di Rendeng, mengatakan, menu itu pas di lidah.

Apalagi jika botok dilahap dengan sayur bening, sayur asem, maupun sayur bersantan.

Selama Ramadan ini, dia biasa membeli botok untuk hidangan buka dan sahur keluarga. Tak tanggung-tanggung, ada lima bungkus botok dibelinya setiap hari.

Dia memilih beragam botok. Mulai dari botok kakap, petet, ikan asin, garang asem atau yang lainnya. Harganya pun bervarias. Dari Rp 1.500 per bungkusnya hingga Rp 7 ribu perbungkusnya.

Penjual menu botok di Desa Rendeng RT 3 RW 7, Supriyanto membenarkan soal kelezatan menu andalannya itu.

“Pembeli mengaku simpel pilih menu lauk botok. Di tiap botok, ada kuahnya. Kuahnya itu terasa sekali bumbunya. Jadi, pembeli kadang tidak membeli menu sayuran sebagai tambahan,” kata Supriyanto.

botok 1 e

Menu botok selalu diburu pelangganya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono) 

Penjual botok yang sudah menekuni berjualan lauk pauk selama 10 tahun punya cara menghidupkan rasa menunya itu. Salah satunya dengan memberikan irisan tomat segar, maupun cabai sebagai penambah rasanya.

Rasanya yang menggugah selera itu, membuat menu botok laku sekitar 100 bungkus.

Tips kelezatan botok selanjutnya, tambah dia, menu harus baru atau dimasak hari itu. Bukan menu sisa hari lalu. “Botok pun jadi segar. Ramadan, atau tidak, pembeli botok tetap membeludak,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →