Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

ESDM Jateng Minta Galian C di Desa Kepuk Jepara Ditutup Sementara



   /  @ 20:30:21  /  9 Juni 2016

    Print       Email
Tim pertambangan dari Provinsi Jateng saat meninjau lokasi pertambangan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Tim pertambangan dari Provinsi Jateng saat meninjau lokasi pertambangan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah mendengarkan aspirasi dari warga di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Jepara, Kepala Balai ESDM Jawa Tengah wilayah Kendeng Muria, Imam Nugraha menyatakan, keluhan yang disampaikan warga terutama petani akan dipelajari. Sebab, pengusaha penambangan yang dikeluhkan petani mengantongi izin eksplorasi hingga Juli 2017.

Terkait dengan tuntutan petani, Imam mengatakan, agar tidak menjadi gejolak di masyarakat. Pihaknya akan meminta pengusaha tambang galian C di Desa Kepuk untuk berhenti sementara. Itu sembari mempersiapkan pengajuan perpanjangan izin dan pengurusan izin lainnya.

“Kami akan minta pada yang bersangkutan untuk berhenti sementara sambil menunggu kepastian layak dilanjutkan atau tidak,” kata Imam kepada MuriaNewsCom, saat meninjau lokasi galian C, Kamis (9/6/2016).

Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil pemilik galian C tersebut. Sebab, ada beberapa hal yang perlu diklarifikasi berdasarkan keluhan warga dan pantauan di lokasi. Terlebih, untuk memperoleh izin secara lengkap banyak syarat yang harus dipenuhi pengusaha tambang.

“Seperti harus ada izin lingkungan, tidak menggangu aliran sungai, dan masih ada material yang ditambang. Berdasarkan keluhan warga, perlu kiranya kita klarifikasi ke pihak pemilik secara langsung, karena hari ini dia tidak hadir,” terangnya.

Sukar, petani warga RT 2 RW 1 Desa Kepuk menyampaikan, pihaknya beserta puluhan petani lainnya menghendaki aktivitas penambangan dihentikan. Itu lantaran, aktivitas penambangan dinilai telah merusak lahan pertanian.“Karena telah merusak area sawah, kami berharap depo (galian C) dihentikan,” ujar Sukar di tepi sungai Dukuh Sawahan desa setempat.

Hal senada disampaikan Syaadi, petani warga RT 4 RW 1 desa setempat. Syaadi beserta puluhan petani lainnya mengingkan kondisi tanah pertanian dikembalikan seperti semula. Katanya, sebelum ada aktivitas tambang, petani dalam setahun mampu panen tiga kali. Kemudian saat musim kemarau, petani tak takut kekurangan air.“Kami petani ingin kembali seperti dulu, setahun bisa panen tiga kali, saat kemarau tidak kering,” kata Syaadi.

Saat melakukan peninjauan lokasi galian C, Tim ESDM Jawa Tengah di dampingi EDSM Kabupaten dan Satpol PP Jepara. Selain itu juga ada Muspika Kecamatan Bangsri dan sejumlah warga, baik yang kontra maupun yang pro terhadap keberadaan galian C tersebut.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Positif  Sakit Jiwa, Pembunuh Ibu Kandung di Kudus Dibawa ke RSJ

Selengkapnya →