Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Jepara  >  Artikel ini

Tim Pertambangan Provinsi Jateng Turun ke Desa Kepuk Jepara Terkait Persoalan Galian C



   /  @ 13:22:22  /  9 Juni 2016

    Print       Email
Tim pertambangan dari Provinsi Jateng melakukan pertemuan di Balai Desa Keduk (MuriaNewsCom/Wahyu KHoiruz Zaman)

Tim pertambangan dari Provinsi Jateng melakukan pertemuan di Balai Desa Kepuk (MuriaNewsCom/Wahyu KHoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Menindaklanjuti persoalan galian C di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Jepara. tim pertambangan Provinsi Jawa Tengah dalam hal ini Balai ESDM wilayah Pati dan sejumlah pejabat terkait di tingkat Kabupaten Jepara turun ke Balai Desa Kepuk.

Pihak Balai ESDM wilayah Pati, Imam mengatakan, pihaknya baru pertama kali ke wilayah Desa Kepuk. Kehadirannya dimaksudkan untuk menampung semua aspirasi, baik dari warga yang kontra maupun yang pro terhadap keberadaan galian C.

“Keberadaan tambang harus memberikan manfaat dan tidak boleh merusak lingkungan. Misal, ketika di sungai, tidak boleh merubah arah aliran sungai dan tidak boleh menghambat irigasi,” ujar Imam saat membuka pertemuan tersebut, Kamis (9/6/2016).

Katanya,tahap izin ada banyak, di antaranya memiliki wilayah izin pertambangan dan izin yang lain, termasuk dokumen lingkungan, berupa perjanjian tidak merusak lingkungan. Termasuk di dalam pertambangan maupun di luar lingkungan.”Pertambangan di sini tidak terlalu besar, sehingga izinnya juga menggunakan izin dari bupati. Untuk itu, kami akan memanggil pemilik tambang untuk masalah perizinannya,” terangnya.

Harapannya, harus disadari bahwa potensi yang ada harus dikelola dengan baik dan benar. Termasuk aktivitas penambangan, karena untuk mendukung pembangunan.”Untuk itu, kami ke sini bermaksud mendengarkan aspirasi dari kedua belah pihak, yakni warga maupun pihak pelaku galian C,” terangnya.

Dia menambahkan, sejak Oktober 2015, sektor pertambangan sudah dialihkan ke tingkat provinsi. Meski begitu, diperlukan kepedulian dari tingkat kabupaten.

Sementara itu, Kepala Bidang ESDM pada Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara Ngadimin mengatakan, pertemuan seperti ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sebab, menurutnya, persoalan tambang galian C bisa mendapatkan solusi asal dirembug bersama.

“Prinsipnya, warga yakni petani juga memiliki kepentingan dalam rangka masalah pangan. Pihak penambang juga memiliki kepentingan demi percepatan pembangunan. Jadi masing-masing harus ditampung. Jika ada masalah, bisa dibicarakan dengan baik,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Letkol Andri Serahkan “Mahkota” Kepemimpinan Kodim 0718/Pati untuk Letkol Arief

Selengkapnya →