Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Harga Kebutuhan Pokok di Rembang Akan Dikendalikan



   /  @ 12:30:21  /  9 Juni 2016

    Print       Email
ilustrasi-sembako

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Harga kebutuhan pokok di pasaran memang mengikuti sistem pasar bebas, kecuali beberapa harga kebutuhan pokok yang dikendalikan pemerintah misalnya beras dan bahan bakar minyak. Dalam sistem pasar bebas, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan.

Kabid Perdagangan Disperindag dan UMKM Kabupaten Rembang, Sugiyanto mengamini hal tersebut. Ia mengakui bahwa jika stok cukup tetapi kebutuhan masyarakat banyak, ada kecenderungan harga naik. Namun, menurutnya, pemerintah juga punya beberapa kebijakan agar masyarakat tidak mengeluhkan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran.

“Yang perlu kita cermati, harga standar yang ada di masyarakat ketika tidak terjadi keluhan. Jika dari harga itu terjadi lonjakan di atas 10 persen itu yang kita waspadai. Kalau naiknya masih 10 persen ke bawah itu wajar,” jelas Sugiyanto kepada MuriaNewsCom di kantornya, Rabu (8/6/2016).

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Rembang sudah peka terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Ketika terjadi gejolak diatas 10 persen, menurutnya, Pemkab akan mengadakan rapat koordinasi yang akan melahirkan kebijakan pasar murah atau operasi pasar.

“Contoh yang sudah kami lakukan di tahun 2015 adalah elpiji. Kemarin agak langka dan harganya agak tinggi sehingga diadakan operasi pasar. Akhirnya stabil,” lanjutnya.

Ditanya kapan kemungkinan diadakan pasar murah, ia mengatakan pemkab punya agenda rutin pasar murah sekitar Lebaran H-7. Menurutnya, Dinperindagkop dan UMKM sekarang sudah ancang-ancang untuk mengadakan pasar murah.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →