Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Permintaan Meningkat, Pengusaha Keranjang Parcel Kesulitan Cari Pengrajin



   /  @ 08:32:26  /  9 Juni 2016

    Print       Email

 

Salah seorang pengrajin sedang mengayam keranjang parcel (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah seorang pengrajin sedang mengayam keranjang parcel (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

  MuriaNewsCom, Jepara – Berkah Ramadan tahun ini juga dirasakan oleh pengusaha kerajinan parcel. Memasuki awal Ramadan ini, para pengusaha mendapatkan permintaan yang melimpah. Hanya saja, meningkatnya permintaan tersebut tak diimbangi dengan jumlah tenaga kerja. Para pengusaha merasa kesulitan mendapatkan pengrajin.

Kenaikan jumlah pesanan lebih dari 20 persen dibanding hari biasa. Diprediksi, jumlah pesanan akan terus meningkat sampai mendekati lebaran mendatang. Kondisi itu seperti yang terjadi di sentra industri anyaman Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, Jepara.

Salah seorang pengusaha, Tohari mengatakan, berdasarkan pengalaman setiap tahun, pesanan keranjang parcel akan terus meningkat hingga menjelang lebaran. Namun, permasalahan yang kini dihadapi pengusaha keranjang parcel, yaitu sulitnya mencari pengrajin.“Justru masalahnya sekarang sulit mencari tenaganya. Permintaan banyak sekali, tetapi jumlah tenaga pengrajin terbatas. Kalau untuk harga dan bahan baku tidak ada masalah,” ujar Tohari.

Menurutnya, kondisi langkanya pengrajin anyaman maupun parcel ini terjadi seiring berkembangnya iklim investasi di Kabupaten Jepara. Ia menilai, para pekerja yang biasanya bekerja menganyam, membuat keranjang parcel, saat ini lebih memilih bekerja di pabrik. Itu lantaran, gaji sebagai buruh pabrik dinilai lebih menggiurkan.

Hal senada juga disampaikan Rohayati, pembuat keranjang parcel asal Desa Teluk Wetan, Welahan, Jepara. Untuk memenuhi target pesanan yang meningkat saat Ramadan, Rohayati terpaksa mengajak tetangga atau temannya diminta membantu menyelesaikan pesanan keranjang parcel. Karena, sebetulnya pekerjaan membuat keranjang parcel merupakan pekerjaan yang mudah.“Dari pada nganggur di rumah, saya minta tentangga dan teman-teman ibu-ibu bantu membuat keranjang,” kata Rohayati.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Rohayati mengaku terpaksa mengeluarkan kembali stok keranjang parcel yang sudah lama tidak laku untuk dijual kembali. Itu lantaran, banyaknya permintaan pasar akan keranjang parcel di saat musim lebaran seperti saat ini.

 

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →