Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Sunan Kudus Jadikan Masjid Ini Tempat Rapat Wali Se-Jawa



Reporter:    /  @ 04:00:52  /  9 Juni 2016

    Print       Email
Jpeg

Masjid Nganguk Wali, di Desa Kramat, yang menjadi salah satu saksi sejarah penyebaran Islam di Kudus. (MuriaNewsCom / Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kota Kudus mempunyai sejarah Islam yang lekat. Hal itu tak lepas dari kabupaten ini yang mempunyai dua makam Walisongo. Yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria.

Tidak heran jika banyak masjid tua yang berdiri. Yang tentunya, menyimpan sejarah tentang penyebaran Islam di Kudus dan tanah Jawa.

Selain Masjid Menara, dan masjid Wali di Desa Jepang, ada satu masjid lagi yang juga mendapat nama Masjid Wali. Yakni Masjid Nganguk Wali, di Desa Kramat, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

Masjid yang didirikan Sunan Kudus ini selalu menjadi tempat berkumpul dewan Walisongo saat berada di Kudus.Masjid ini menjadi tempat untuk mendiskusikan penyebaran Islam di Kudus.

Pengurus Masjid Nganguk Wali Bagian Idaroh (peribadatan) Ahmad Sururi mengatakan, sekitar 500 tahun silam, masjid ini memang dijadikan tempat pertemuan bagi wali se Tanah Jawa.”Yakni untuk tempat rapat, mengatur strategi menyebarkan Islam di Kudus,” paparnya.

Dia menilai, keberadaan Masjid Nganguk Wali ini tak lepas dari peranan ulama dari Timur Tengah bernama Syech Sayyid Abdurrahaman. Berdasarkan cerita, ulama ini datang ke Kudus memang untuk membantu Sunan Kudus menyebarkan Islam, di Desa Kramat dan sekitarnya.

“Syech Sayyid Abdurrahman itukan sama-sama dari Timur Tengah, seperti halnya Sunan Kudus, yang juga dari Timur Tengah. Sehingga Sunan Kudus memilih tempat ini untuk berkumpulnya Wali Songo,” ujarnya.

Jpeg

Tiang atau soko guru di dalam masjid yang masih asli sejak dibangun Sunan Kudus, ratusan tahun lalu. (MuriaNewsCom / Edy Sutriyono)

 

Dari pengamatan, di kompleks masjid itu juga ada sumur tua berbentuk kotak. Sumur itu menjadi tempat wudhu jamaah masjid. Selain itu, juga ada tiang soko guru yang ada di dalam masjid, masih sama seperti saat dibangun.

“Sementara pagar atau gapura ini bangunan baru, sekitar tahun 2008. Bangunan tersebut hanya untuk mempercantik masjid saja,” ujarnya.

Dia menambahakan, setelah Sunan Kudus menjadi pemimpin pemerintahan Kudus, Masjid Nganguk Wali diserahkan ke Kyai Telingsing, untuk dirawat. “Setelah Kyai Telingsing, masjid ini juga diserahakan ke Syech Syyaid Abdurrahman untuk dijaga, serta untuk dijadikan fasilatas menyebarkan agama Islam,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Aset Milik Telkomsel Dilelang CIMB Niaga, Pemenang Lelang Layangkan Somasi

Selengkapnya →