Loading...
You are here:  Home  >  Ramadan  >  Artikel ini

Ternyata Bangunan Masjid Agung Rembang Merupakan Cagar Budaya



   /  @ 18:00:36  /  8 Juni 2016

    Print       Email
Santri melintas di bangunan yang di dalamnya terdapat makam Pangeran Sedo Laut dan keluarganya, Rabu (8/6/2016). Bangunan ini terletak di sebelah barat masjid. (MuriaNewsCom/Achmad Hasyim)

Santri melintas di bangunan yang di dalamnya terdapat makam Pangeran Sedo Laut dan keluarganya, Rabu (8/6/2016). Bangunan ini terletak di sebelah barat masjid. (MuriaNewsCom/Achmad Hasyim)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ternyata bangunan Masjid Agung Rembang termasuk dalam cagar budaya. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Pengurus Masjid Agung Rembang M Arif Sugeng Purwanto saat ditemui MuriaNewsCom di rumahnya, di kawasan Pondok Pesantren Al Irsyad, Kauman, Kelurahan Kutoharjo Kecamatan Rembang, Rabu (8/6/2016).

“Bangunan masjid dan makam Pangeran Sedo Laut termasuk cagar budaya yang dilindungi pemerintah. Karena ada makamnya bupati (Pangeran Sedo Laut) dan bangunan asli masjid agung.  Jadi mendapat perawatan terus dari pemerintah kabupaten melalui dinas pariwisata,” ungkap Arif.

Arif menunjukkan bahwa papan informasi yang menyatakan bangunan masjid adalah cagar budaya berada di depan masjid. Setelah MuriaNewsCom amati, papan itu memang benar berada di depan masjid. Tepatnya di samping papan Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Rembang. Hanya beberapa tulisannya sudah memudar.

Arif menjelaskan bahwa ada beberapa benda bersejarah yang masih dapat dilihat jemaah masjid sekarang. Benda itu adalah semacam prasasti yang ada di tempat imam dan pintu masuk ruang utama masjid dan mimbar tempat khatib.

“Di prasasti di tempat imam dan pintu masuk masjid ada tulisan tahunnya. Coba nanti sampeyan lihat biar lebih jelasnya. Mimbar belum diketahui ada di masjid sejak kapan, bisa sejak renovasi kedua atau ketiga atau kapan,” kata Arif.

Setelah melihat langsung kedua prasasti, ternyata benar ada tulisan tahunnya. Di prasasti yang terdapat di tempat imam tertulis angka tahun, namun sulit untuk memastikan angka berapa yang tertulis. Di prasasti yang terdapat di pintu masuk ruang utama masjid terdapat tulisan tahun 1302 (dalam huruf Arab), 1814, dan 1884.

Editor : Akrom Hazami

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →