Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Melihat Suasana Ramadan di Masjid Berarsitektur Timur Tengah di Grobogan



Reporter:    /  @ 14:30:02  /  8 Juni 2016

    Print       Email
Warga berada di masjid. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga berada di masjid. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana lebih ramai dan semarak terlihat di Masjid Asy Syamiri Lathifah yang ada di Kampung Jetis, Kelurahan Purwodadi, Grobogan, ketika memasuki Ramadan.

Berbagai aktivitas dilakukan di masjid yang mampu menampung sekitar 300 jemaah tersebut. Seperti buka bersama, tadarusan, pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya.

Sepintas, aktivitas yang ada tidak jauh berbeda dengan masjid di tempat lainnya. Namun, bagi jemaah Masjid Asy Syamiri Lathifah, hal itu dirasa sangat berbeda.

“Aktivitas keagamaan bulan Ramadan kali ini terasa spesial dan istimewa. Sebab, ini merupakan kegiatan Ramadan pertama yang dilangsungkan di masjid sini,” ungkap Supriyanto, salah seorang pengurus masjid di kawasan kota Purwodadi itu.

Masjid tampak luar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Masjid tampak luar. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Masjid yang didirikan di atas lahan seluas 650 meter persegi itu mulai dibangun awal tahun 2015 lalu. Kemudian, peresmiannya dilangsungkan pada hari Jumat (6/11/2015) oleh Bambang Pudjiono, Bupati Grobogan saat itu. Usai diresmikan, siang harinya langsung dipakai untuk Salat Jumat.

Pembangunan masjid dengan corak Timur Tengah itu menghabiskan dana sekitar Rp 900 juta. Selain swadaya masyarakat, sebagian dana pembangunan masjid berasal dari bantuan Pemerintah Arab Saudi melalui Yayasan Makkah Al Mukaromah.

 

Jemaah mengikuti kegiatan buka bersama. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Jemaah mengikuti kegiatan buka bersama. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Supriyanto menyatakan, selama puasa, selalu ada acara buka bersama para jamaah. Meski dengan menu seadanya, namun buka puasa bersama itu selalu ramai. Tidak hanya orang tua atau dewasa tetapi juga banyak anak-anak yang ikut serta dalam buka bersama.

“Untuk pelaksanaan Salat Tarawih juga diikuti banyak jemaah dan setelah itu dilanjutkan kultum dan setelah itu ada tadarusan. Selain jamaah dari warga sekitar sini, tadarusan juga diikuti beberapa anak pondok pesantren dan penghuni panti asuhan,” tambahnya yang juga Kabag Umum Pemkab Grobogan itu.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Positif  Sakit Jiwa, Pembunuh Ibu Kandung di Kudus Dibawa ke RSJ

Selengkapnya →