Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Arya Penangsang Biasa Istirahat di Masjid Wali Jepang Kudus



Reporter:    /  @ 19:30:48  /  7 Juni 2016

    Print       Email
masjid wali e

Warga melintas di depan Masjid Wali Jepang, Mejobo, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Berdirinya Masjid Wali Jepang, Mejobo, Kudus, memang tidak terlepas dari peran serta Sunan Kudus. Karena Masjid Wali Jepang yang diberi nama Masjid Al Makmur tersebut merupakan tempat persinggahan Arya Penangsang  menuju ke tempat Sunan Kudus, guna belajar ilmu.

Pengurus Masjid Wali atau marbut Fatkhurrohman Aziz mengatakan, sebenarnya sebelum masjid dibangun sekitar abad 16, tempat ini merupakan suatu tempat persinggahan Arya Penangsang sebelum menuntut ilmu ke Sunan Kudus.

“Daerah sini dulunya merupakan sebuah rawa besar. Daerah ini sebagai tempat persinggahan perahunya Arya Penangsang. Arya Penangsang tersebut datang dari Blora menuju Kudus untuk berguru kepada Sunan kudus,” ceritanya kepada MuriaNewsCom.

Lambat laun, Sunan Kudus membangunkan masjid sebagai tempat istirahat sambil beribadah agar bisa dimanfaatkan Arya Penangsang.

“Selain sebagai tempat istirahat sambil untuk ibadah, masjid ini juga dijadikan Arya Penangsang untuk menyebarkan ajaran Islam kepada warga Jepang, Mejobo. Sebab penyebaran ajaran Islam tersebut juga atas perintah dari Sunan Kudus kepada Arya penangsang. Diketahui, Arya Penangsang tersebut merupakan murid kesayangan dari Sunan Kudus,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, masjid Al Makmur tersebut mempunyai kesamaan arsitektur dari masjid Attaqwa Sunan Kudus.

“Kesamaan masjid ini yakni terletak di keempat tiang soko gurunya. Sebab masjid Al Makmur dan Masjid Attaqwa juga mempunyai tiang soko guru. Selain itu juga mempunyai gapura Arya Penangsang. Di gapura pintu masuk (selatan), parkir menara juga ada gapura Arya penangsang, sedangkan di depan masjid ini juga mempunyai gapura Arya Penangsang,” ungkapnya.

Sementara itu, Masjid Wali yang diberi nama dengan nama Masjid Al Makmur merupakan pemberian dari ulama yang berasal dari Karangmalang, Gebog, Sayyid Dloro Ali pada1917 M atau 1336 H.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →