Loading...
You are here:  Home  >  Infrastruktur  >  Artikel ini

Investor Masih Belum Ada yang Serius untuk Garap Gedung Ngasirah Kudus



Reporter:    /  @ 20:45:26  /  7 Juni 2016

    Print       Email
Gedung Ngasirah yang saat ini kondisinya sudah cukup tua dan mendesak untuk direnovasi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Gedung Ngasirah yang saat ini kondisinya sudah cukup tua dan mendesak untuk direnovasi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Gedung Ngasirah Kudus yang kini kondisinya sudah tua, butuh untuk segera mendapatkan renovasi. Namun, sejauh ini pihak Pemkab Kudus masih terkendala dengan dana untuk membangunnya. Untuk itu, pemkab menawarkan kepada pihak ketiga untuk bekerjasama.

Sekda Kudus Noor Yasin mengatakan, beberapa investor sudah ada yang berminat, hanya mengenai mana yang siap untuk membangun masih belum ada.”Kita terbuka, siapa saja yang mau bekerjasama untuk membangun Gedung Ngasirah. Usia gedung tersebut sudah tua, sehingga membutuhkan pembangunan ulang,” ungkapnya.

Sekda mengatakan, untuk pembangunannya nanti harus tetap sesuai dengan kegunaan semula, yakni sebagai gedung pertemuan. Namun, jika bangunan baru nanti ada untuk peruntukan lain, juga diperbolehkan.

“Pihak rekanan berhak mendirikan bangunan apapun di sana. Baik berupa hotel, ruko, komplek perkantoran dan lain sebagainya. Namun pada lantai satunya, harus tetap berupa gedung pertemuan dan dikelola oleh pemkab.Menurut aturan, minimal 10 persen dari pembangunan nantinya milik pemkab. Jadi, dalam hal ini pemkab juga memiliki hak atas gedung tersebut,”  ujarnya.

Menurut dia, ada dua alternatif untuk membangun Gedung Ngasirah nantinya. Pertama dengan model sewa. Namun dengan model tersebut dinilai sulit ada yang bersedia untuk membangun.Sedangkan kedua, yakni dengan model bangun guna sewa. Dengan model ini, pihak rekanan yang membangun dapat menggunakan lokasi lain, meskipun lantai satu tetap digunakan sebagai gedung pertemuan.

Dia menambahkan, mengenai proses perencanaannya juga diserahkan kepada rekanan. Namun juga harus sesuai dengan tahapan, yakni dari model penawaran oleh pemkab, kemudian juga melalui proses lelang.”Kami tidak dapat menyewakan bangunan tersebut untuk sekarang, sebab bangunan sudah dibangun pada 1982 lalu, dan menurut kajian dari para pejabat di dinas, gedung tersebut memiliki kondisi yang berbahaya jika digunakan,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Positif  Sakit Jiwa, Pembunuh Ibu Kandung di Kudus Dibawa ke RSJ

Selengkapnya →