Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Berjudi saat Ramadan, 10 Orang Harus Diami Sel Tahanan di Rembang



   /  @ 16:30:01  /  7 Juni 2016

    Print       Email
judi e

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono menunjukkan berkas penjudi di kantor Satreskrim Polres Rembang, Selasa (7/6/2016) (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Menyambut Ramadan 1437 H, Polres Rembang menggelar Operasi Pekat (penyakit masyarakat) Candi 2016. Sasarannya adalah penyakit masyarakat yaitu premanisme, petasan, judi, narkoba, miras, asusila, gepeng, dan tindakan lain yang meresahkan masyarakat.

Dalam operasi ini, Polres Rembang berhasil menangkap 10 penjudi yang tersebar di tujuh TKP. Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan bahwa total uang yang berhasil disita sebagai barang bukti sejumlah Rp 4 juta.

“Kragan ada empat (pelaku), Gunem tiga, Kaliori satu, Sarang satu, dan Pamotan satu. Mereka semua sudah ditahan dan disidik,” ungkap Sugiarto kepada wartawan di Kantor Satreskrim Polres Rembang, Selasa (7/6/2016).

Sugiarto juga mengimbau kepada masyarakat agar aktif memberikan informasi kepada polres maupun polsek setempat jika terjadi hal-hal yang meresahkan warga. Contohnya judi dan kriminalitas.

“Terkait kriminalitas, kita sudah imbau kepada Babinkamtibmas agar masyarakat bisa waspada dan toko yang kemungkinan menjadi sasaran kriminal yaitu toko emas, Alfamart, dan Indomaret. Kita juga turunkan anggota Polres untuk patroli di masjid dan lingkungan warga,” imbuh Sugiarto.

Soal petasan juga disinggungnya. Menurut Sugiarto, polres sudah menyita empat ribu lebih petasan. Sedangkan untuk proses pidana bagi penjual petasan kemungkinan tidak ada.

“Kalau untuk petasan ya kita bina saja. Petasannya tetap kita musnahkan. Beda kalau yang dibuat itu mesiu, pasti kita tindak,” kata Sugiarto.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →