Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Warga Jepara Diimbau Waspadai Daging Gelonggongan



   /  @ 17:23:55  /  7 Juni 2016

    Print       Email

 

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Ratu Jepara. Saat ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya daging gelonggongan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Ratu Jepara. Saat ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya daging gelonggongan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

 MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Jepara Florentina Budi Kurniawati, menyampaikan, warga diimbau untuk mewaspadai daging gelonggongan di tengah kondisi tingginya harga daging sapi.

“Diimbau waspada, meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya daging gelonggongan di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Florentina kepada MuriaNewsCom, Selasa (7/6/2016).

Menurutnya, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, sudah menjadi rahasia umum jika daging gelonggongan banyak dipasok dari Boyolali. Namun, sampai saat ini belum ditemukan daging gelonggongan beredar di Jepara.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Ratu, Faizah mengatakan, saat ini harga daging sapi di Jepara mencapai Rp120 ribu per kilogram. Itu untuk daging dengan kualitas bagus. Sementara untuk daging kualitas biasa harganya Rp100 ribu per kilogram.

Tak pelak, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pihak-pihak nakal dengan menjual daging sapi gelonggongan. Meskipun saat ini belum ditemukan kasus penjualan daging gelonggongan.“Kalau pun ada daging gelonggongan, biasanya dipasok dari Boyolali. Terus dijualnya di wilayah pinggiran, seperti Pecangaan,” kata Faizah.

Ditambahkan Faizah, jika masyarakat hendak membeli daging tidak ada salahnya memeriksa kondisi daging. Pasalnya, daging sapi gelonggongan memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan daging segar.“Daging gelonggongan kalau digantung pasti akan meneteskan air. Tapi kalau daging segar tidak,” terang Faizah sembari menunjukan ciri-ciri daging segar.

Mengantisipasi peredaran daging gelonggongan, pihaknya berharap pemerintah melakukan operasi pasar. Itu untuk menghindari oknum-oknum nakal yang hendak menjual daging gelonggongan, serta untuk menyetabilkan harga daging.

 

Editor : Kholistiono

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →