Loading...
You are here:  Home  >  Kesehatan  >  Artikel ini

DKK Kudus Lakukan Uji Laboratorium Terhadap Terasi yang Diduga Mengandung Formalin



Reporter:    /  @ 15:00:51  /  7 Juni 2016

    Print       Email
Kabid Sumber Daya Kesehatan pada Dinas  DKK Kudus Sukoliyono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kabid Sumber Daya Kesehatan pada Dinas DKK Kudus Sukoliyono (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski dipastikan bahwa formalin merupakan bahan yang berbahaya jika digunakan untuk pengawet makanan, namun, hal tersebut terkadang masih saja digunakan sebagian orang, termasuk untuk campuran pengawet terasi.Terkait hal itu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus melakukan uji laboratorium terhadap terasi yang diduga menggunakan pengawet formalin.

Kabid Sumber Daya Kesehatan pada Dinas  DKK Kudus Sukoliyono mengatakan, pihaknya beberapa waktu yang lalu memborong berbagai jenis terasi untuk dilakukan tes. Tidak semua jenis terasi diambil, namun diambil yang mencurigakan.

“Khususnya yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa atau tidak ada izin PIRT. Meski begitu, yang memiliki tanggal kedaluwarsa, namun waktunya tinggal sedikit lagi, juga kami ambil sampelnya, dan itu perlu diwaspadai juga,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, terasi bermerk juga tidak luput untuk diambil sampel. Meski sudah terdaftar, namun hal itu menurutnya juga perlu dicek, untuk memastikan kalau terasi yang dijual benar-benar sudah standar dan aman dikonsumsi.

“Tanggung jawab perusahaan bukan hanya sampai pada barang yang dijual saja, melainkan juga sampai pada tingkat konsumen yang mengkonsusmi produk tersebut. Sekarang ini, barangnya mau dicek di Labkesda Kudus, kemungkinan hasil akan ke luar dua pekan lagi. Tergantung banyak sedikitnya yang dicek,” ujarnya.

Nantinya, jika ada diketahui ada terasi yang dijual tersebut berbahaya, maka akan dilakukan laporan kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jateng. Kemudian akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Selengkapnya →