Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Wanita di Jepara Ini Nekat Curi Beras untuk Persiapan Lebaran



   /  @ 14:14:46  /  7 Juni 2016

    Print       Email
 Pelaku pencurian beras di Pasar Ratu sedang diinterogasi petugas (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Pelaku pencurian beras di Pasar Ratu sedang diinterogasi petugas (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Hanya gara-gara ingin mempersiapkan lebaran, seorang wanita berusia 45 tahun nekat mencuri beras di Pasar Ratu (Jepara satu). Ia diketahui bernama Mindarsih, warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara.

Mindarsih tertangkap basah oleh pemilik toko sembako setelah mengambil tiga karung beras. Akibat aksinya itu, kemudian pelaku dilaporkan ke pihak pengelola pasar dan pihak kepolisian. Mindarsih diinterogasi selama beberapa jam di Kantor Pasar Ratu. “Saya lakukan karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk persiapan lebaran,” kata Mindarsih saat ditanya petugas.

Ketua Paguyuban Pasar Ratu Supriyadi mengatakan, dari pengakuan pelaku, ia telah melakukan tindakan kriminal tersebut beberapa kali. Untuk di toko sembako milik Ninik Endang Sriyati itu saja, telah dilakukan tiga kali.

“Untuk di toko milik Ninik, dia diketahui telah mencuri tiga kali. Kalau dari pengakuannya, di toko lain juga pernah mencuri. Dia memang terbilang cerdik dalam melakukan aksinya, karena baru ketahuan, padahal sudah beberapa kali,” ujar Supriyadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (7/6/2016).

Sementara itu, dari pihak korban, Ninik Endang Sriyati menceritakan, bahwa pihaknya kerap kehilangan barang dagangannya. Ternyata benar, barang dagangannya kerap dicuri. Modus yang dilakukan pelaku saat ketangkap basah adalah dengan mengambil barang dari sisi belakang toko.

“Ketika saya jualan, menghadapnya ke depan, sedangkan pegawai dan suami juga beraktifvtas di depan toko. Jadi di sebelah belakang tidak dapat terpantau. Di situ kesempatan pelaku menjalankan aksinya,” ungkapnya.

Dari pengakuan pelaku, aksi pencurian yang dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB tersebut, dilakukan seorang diri. Parahnya, barang hasil curian tersebut dijual ke pedagang lain yang ada di Pasar Ratu dan tidak dijual ke pasar lain.

Satu karung beras ukuran 25 kilogram dari hasil curiannya dijual dengan harga Rp 170 ribu. Harga itu jauh di bawah harga normal yang mencapai Rp 250 ribu. Kali ini, proses mediasi dengan korban masih dilakukan hingga siang hari.

Editor : Kholistiono

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Selengkapnya →