Loading...
You are here:  Home  >  Ramadan  >  Artikel ini

Muazin Masjid Agung Rembang Tiba-Tiba Dikerumuni Banyak Siswa SD, Ada Apa?



   /  @ 11:00:42  /  7 Juni 2016

    Print       Email
 Anak-anak SD mengerumuni muazin masjid Agung Rembang setelah salat tarawih untuk meminta tanda tangan di buku amalan Ramadan, Senin (6/6/2016) (MuriaNewsCom/AchmadHasyim)

Anak-anak SD mengerumuni muazin masjid Agung Rembang setelah salat tarawih untuk meminta tanda tangan di buku amalan Ramadan, Senin (6/6/2016) (MuriaNewsCom/Achmad Hasyim)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ada fenomena unik di Masjid Agung Rembang. Setelah salat tarawih dan witir, sekitar 30 anak SD mengerumuni muazin sambil membawa sebuah buku dan bolpoin. Ternyata, mereka mendapat tugas dari sekolah untuk mengisi buku amalan Ramadan yaitu salat tarawih dan witir.

Ada yang di antar oleh orang tua, ada yang sendiri. Misalnya Muhammad Rifki Bifadhlillah (8), siswa kelas 2 SDN 2 Kutoharjo, diantar oleh orang tuanya ketika meminta tanda tangan muazin. Ketika ditanya MuriaNewsCom, Senin (6/6/2016) Rifki malu-malu sehingga orang tua Rifki membantu bertanya.

“Itu ditanya Om. Gimana dengan tugasnya, Nak? Keberatan atau tidak?,” tanya orang tua Rifki, Dodiy Feridian (36) kepada anaknya.

Rifki masih malu-malu. Ia hanya tersenyum. Sehingga orang tuanya bertanya lagi. Rifki hanya senyum dan geleng-geleng kepala tanda bahwa ia tidak keberatan dengan tugas Ramadan tersebut.

Muazin terlihat kerepotan menghadapi anak-anak yang ingin paling dulu mendapat tanda tangan sedangkan ia hanya seorang. Ditemui setelah memberikan tanda tangan, Muazin Masjid Agung Rembang Damuri (36) membenarkan bahwa buku amalan Ramadhan yang ia tanda tangani adalah tugas sekolah.

“Tugas sekolahan buat melatih anak beribadah sejak dini. Untuk pendidikan akhlak, melatih disiplin, dan pembiasaan ibadah,” ujar Damuri, warga Desa Kumendung Kecamatan Rembang ini.

Orang tua Muhammad Rifki Bifadhlillah (8), siswa kelas 2 SDN 2 Kutoharjo, Dodiy Feridian (36) mengatakan bahwa ia tidak keberatan dengan tugas mengisi buku amalan Ramadan dari sekolah. Ia mendukung penuh kebijakan sekolah.

“Supaya anak-anak usia dini ikut salat tarawih. Biar mau mengikuti orang tuanya ibadah. Sedikit-sedikit tahu Islam,”ujar Dodiy, warga Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang ini.

Ia menambahkan bahwa anak usia dini sudah seharusnya dididik agama. Karena menurutnya, zaman sekarang teknologi sudah berkembang pesat. Anak-anak kecil sudah bisa mengoperasikan internet dan ponsel android.

“Jadi, aktivitas anak harus diawasi dan orang tua harus mengajak anak dalam kegiatan agama. Salah satunya ya dengan mengajak anak salat tarawih ini,” imbuh Dodiy.

Ia bercerita bahwa kewajiban mengisi buku amalan Ramadan dari sekolah sudah ada sejak ia kecil. Waktu SD dan SMP, ia juga diwajibkan mengisi buku amalan Ramadan oleh sekolahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Aset Milik Telkomsel Dilelang CIMB Niaga, Pemenang Lelang Layangkan Somasi

Selengkapnya →