Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Pelepah Pisang Ternyata Bisa Dibikin jadi Kerajinan Tangan



Reporter:    /  @ 20:31:59  /  6 Juni 2016

    Print       Email
Kerajinan tangan dari pelepah pisang di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kerajinan tangan dari pelepah pisang di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok Susilo Utomo barangkali bisa dijadikan teladan. Sebab, pria 31 tahun itu mampu memanfaatkan limbah, berupa pelepah pisang sebagai kerajinan yang punya nilai jual.

“Hasilnya, memang belum begitu besar. Tetapi, setidaknya lebih dari cukup kalau hanya sekadar buat jajan,” kata Susilo yang sehari-hari juga menjabat sebagai Kaur Kesra Dusun Randutelu, Desa Tambahrejo, Kecamatan Wirosari itu.

Menurutnya, bekal ketrampilan membuat aneka kerajinan sebenarnya sudah lama didapat. Yakni, ketika mengikuti banyak kegiatan pramuka Saka Wanabakti dan Kwarcab Grobogan. Termasuk ketika dia dikirimkan dalam program pertukaran pemuda di Ambon tahun 2006 lalu.

Meski sudah dapat pelatihan namun Susilo belum tertarik untuk mengembangkan ilmu yang dimiliki. Baru sekitar tahun 2010, dia mulai serius menekuni bikin kerajinan tangan. Adapun, bahan utama yang dipilih adalah pelepah pisang atau gedebog.

“Dalam pelatihan dulu, ada banyak bahan yang bisa dimanfaatkan untuk dibuat kerajinan. Saya pilih bahan dari gedebog karena mudah dan banyak ditemukan di sekitar rumah,” katanya.

Pada awalnya, Susilo bikin kerajinan berupa tempat pensil yang bentuknya seperti sepatu. Saat itu, ada beberapa unit tempat pensil dari gedebog yang dibikin dan coba dibawa dalam kegiatan kepramukaan.

Ternyata responsnya sangat bagus. Kerajinan yang dibuat dibeli teman-temannya. Bahkan, beberapa teman lainnya minta dibuatkan kerajinan dengan bentuk lain.

Dari orderan temannya itulah, Susilo akhirnya bisa mengembangkan kerajinan dengan banyak model. Seperti, kapal, mobil, motor dan tempat tisu.

Hasil karyanya itu juga dikenalkan lewat media sosial. Melalui sarana inilah, banyak pembeli dari beberapa kota lain yang melakukan pemesanan.

Mengenai harga jual kerajinan itu bervariasi tergantung kerumitan barang yang dibikin. Paling murah adalah tempat tisu yang dijual Rp 15 ribu per unit. Sedangkan, bentuk lainnya, semisal kapal harganya bisa sampai Rp 50 ribu per biji.

Susilo mengaku tiap bulan minimal bisa memasarkan 50 unit kerajinan gedebog pisang tersebut. Dari hasil yang didapat selama ini, sudah bisa digunakan untuk membeli sepeda motor baru.

“Alhamdulillah, hasil bikin kerajinan ini kalau dikumpulkan ternyata lumayan banyak. Setidaknya, satu sepeda motor sudah bisa jadi buktinya,” kata bapak satu anak itu sembari tertawa.

Selain menambah penghasilan, salah satu tujuannya membuat kerajinan adalah untuk menggerakkan minat generasi muda di desanya untuk meniru jejak tersebut. Sebab, selama ini, bahan gedebog sangat melimpah sehingga tidak perlu beli.

Kemudian, proses pembuatanya juga dirasakan sangat mudah dan bisa dilakukan ketika ada waktu senggang. Untuk membikin satu unit kerajinan bisa diselesaikan dalam waktu 2 sampai 3 jam.

“Proses paling lama dalam membuat kerajinan ini adalah mengeringkan gedebog. Butuh waktu sekitar 5 hari sampai seminggu untuk bikin gedebog ini kering. Untuk bisa dibikin kerajinan yang baik, gedebognya harus kering betul,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Viral, Video Polisi di Grobogan Diomeli Warga saat Melangsungkan Razia, Begini Penjelasan Kapolres

Selengkapnya →