Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Ribuan Warga dan Peserta Kirab Dandangan Banjiri Alun-alun Kudus



Reporter:    /  @ 18:06:54  /  5 Juni 2016

    Print       Email
Peserta kirab dandangan saat berjalan menuju Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Peserta kirab dandangan saat berjalan menuju Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan peserta mulai dari tingkat pelajar, seniman, budayawan, hingga wakil rintisan desa wisata yang ada di Kudus turun ke jalan mengikuti Kirab Dandangan di Alun alun Kudus, Minggu (5/6/2016).

Kirab yang dilakukan untuk menandai datangnya bulan Ramadan tersebut dilakukan dengan cara berjalan kaki dari Jalan dr. Ramelan hingga depan Pendapa Kabupaten Kudus.

Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata Kudus Yuli Kasiyanto menyebutkan, peserta kirab memang sengaja diambil dari kalangan pelajar, seniman, budayawan, maupun pelaku budaya yang ada di desa rintisan wisata Kudus guna mengenalkan budaya yang ada di Kota Kretek.

”Dalam kegiatan ini memang bertujuan untuk mengembangkan potensi budaya dan seni yang ada di Kudus,” paparnya.

Karena itu, lanjutnya, masing-masing kelompok peserta kirab diberikan waktu sekitar 5 menit oleh panitia untuk menampilkan seni atau kreatifitas dihadapan Bupati Kudus Musthofa.

”Selain mengembangkan atau memperkenalkan kepada masyarakat luas, tradisi dandangan ini juga bisa sebagi pengangkat budaya, seni yang ada di Kudus. Supaya kesenian dan budaya itu bisa tereksplore kembali di dunia luar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Musthofa menegaskan, tradisi dandangan ini jangan dijadikan seremonial belaka. Namun harus bisa paham akan makna dandangan itu sendiri.

”Bukan hanya sekadar menabuh bedug saja, tapi harus tau kalau dandangan itu adalah tradisi umat muslim sebagai penanda datangnya Ramadan. Dulu Sunan Kudus sendiri yang menabuh bedug untuk menyambut datangnya bulan suci Romadan,” paparnya.

Untuk itu, ia meminta pembukaan kirab dandangan yang diawali dengan menabuh bedug yang dilakukan oleh Bupati Kudus Musthofa tersebut tak dimaknai berbeda. Sehingga budaya tersebut bisa dilestarikan.

“Selain itu, jadikanlah bulan puasa ini sebagai ajang instropeksi diri. Khususnya masyarakat Kudus. Sehingga wilayah Kudus bisa dijadikan kota inspirasi untuk negeri Indonesia ini,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Aset Milik Telkomsel Dilelang CIMB Niaga, Pemenang Lelang Layangkan Somasi

Selengkapnya →