Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Grobogan  >  Artikel ini

Pembakuan Nama Rupabumi di Grobogan Ditarget Kelar Tahun Ini



Reporter:    /  @ 14:29:16  /  4 Juni 2016

    Print       Email
Suasana rakor pembakuan nama rupabumi untuk empat kecamatan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Suasana rakor pembakuan nama rupabumi untuk empat kecamatan yang dilangsungkan di Ruang Rapat Setda Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pembakuan nama rupabumi di Kabupaten Grobogan ditarget rampung tahun ini. Untuk itu, pihak desa se-Kabupaten Grobogan diminta melakukan inventarisasi nama rupabumi yang ada di wilayahnya masing-masing. Khususnya, untuk rupabumi yang berasal dari unsur buatan manusia. Hal itu disampaikan Kabag Tata Pemerintahan Susanto saat menggelar rakor pembakuan nama rupabumi di Ruang Rapat Setda Grobogan, Sabtu (4/6/2016).

Susanto menjelaskan, pembakuan nama rupabumi sudah mulai dilakukan tahun 2014. Pada tahun itu, ada 10 kecamatan yang ditetapkan untuk membakukan nama rupabumi. Kemudian tahun 2015 ada 5 kecamatan dan tahun 2016 ini terdapat 4 kecamatan yang diminta melakukan pembakuan nama rupabumi.

“Untuk desa di 15 kecamatan sudah mulai melakukan pembakuan nama rupabumi. Sedangkan desa di empat kecamatan akan melakukan pambakuan nama rupabumi pada tahun ini. Kita targetkan, masalah pembakuan nama rupabumi di semua desa selesai pada tahun 2016 ini. Hasil pembakuan ini nantinya akan kita teliti lebih lanjut sebelum kita serahkan ke provinsi untuk diverifikasi,” jelasnya.

Menurut Susanto, pembakuan nama rupabumi merupakan program nasional yang juga harus dilakukan di daerah. Pembakuan nama ini akan menjadi sumber informasi dan komunikasi dalam pengambilan keputusan serta membantu kerjasama di antara organisasi lokal, nasional dan internasional.

Di samping itu, pembakuan nama juga sebagai upaya melakukan tertib administrasi wilayah pemerintahan, kenyamanan dan ketertiban sosial, membangun karakter bangsa, melestarikan warisan budaya dan membangun jati diri bangsa. Kebijakan ini perlu dilakukan mengingat aset yang dimiliki Negara Indonesia ini sangat luar biasa banyaknya, sehingga perlu diinventarisasi dengan cermat.

“Unsur rupabumi itu ada dua macam, yakni alami dan buatan manusia. Unsur alami seperti gunung, sungai, dan laut. Sedangkan, unsur buatan antara lain jalan, jembatan, waduk, dan bangunan,” kata mantan Kabag Perekonomian itu.

Susanto menambahkan, untuk pembakuan rupabumi unsur buatan manusia nantinya akan dibatasi lima kategori saja. Yakni, dusun, jalan, waduk atau embung, pasar, dan tempat ibadah. Pembakuan nama itu formatnya harus disesuaikan dengan Permendagri Nomor 39 Tahun 2008 tetang Pedoman Umum Pembakuan Nama Rupabumi.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →