Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Pati  >  Artikel ini

Regulasi Politik Uang pada Pilkada Pati 2017 Masih jadi Perdebatan



Reporter:    /  @ 10:41:39  /  4 Juni 2016

    Print       Email
Ketua KPU Pati Moch Nasih (tengah) dalam agenda sosialisasi dengan Forkopimda tak lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ketua KPU Pati Moch Nasih (tengah) dalam agenda sosialisasi dengan Forkopimda tak lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Regulasi politik uang yang dijadikan acuan untuk menyelenggarakan Pilkada Pati 2017 masih menjadi perdebatan. Hal itu diakui Ketua KPU Pati Much Nasich, Sabtu (4/6/2016).

“Di internal, regulasi politik uang masih menjadi perdebatan, karena menyangkut masalah bukti. Politik uang harus dibuktikan. Hal itu merujuk pada UU yang berlaku sekarang,” ujar Nasich.

Menurutnya, sulit membuktikan seseorang bisa dikategorikan terlibat politik uang atau tidak. Bisa saja, seseorang mengklaim sebagai timses salah satu pasangan calon bupati dan wakilnya, padahal bukan.

Karena itu, ia mengajak kepada warga Pati untuk bersama-sama mengatakan tidak pada politik uang. “Kesadaran dan kedewasaan masyarakat sangat diperlukan. Jangan sampai uang atau imbalan memengaruhi dalam menggunakan hak pilih,” imbaunya kepada warga.

Sementara itu, Anggota KPU Pati Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Imbang Setiawan mengatakan, sejauh ini regulasi yang sudah diselesaikan dengan baik, antara lain tahapan pilkada, syarat dukungan minimal calon perseorangan, pemantauan, tata kerja, dan lain sebagainya.

“Sejumlah regulasi lain sudah diselesaikan dengan baik. Hanya saja, regulasi politik uang masih menjadi perdebatan, karena harus sangat berhati-hati. Bisa tertangkap tangan, sanksinya didiskualifikasi dari bursa Calon Bupati Pati,” paparnya.

Selain itu, pihaknya akan menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan Panwas. Sebab, penyamaan persepsi tentang politik uang antara KPU dan Panwas diperlukan untuk mengantisipasi adanya politik uang, termasuk serangan fajar.

Editor : Kholistiono

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Merangkak Naik, Harga Beras di Kudus Tembus Rp 11.500 per Kilogram

Selengkapnya →