Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Ribuan Banyu “Setan” Dimusnahkan di Alun-alun Kudus



Reporter:    /  @ 11:48:59  /  3 Juni 2016

    Print       Email
Jpeg

Jpeg

 

MuriaNewsCom – Ribuan banyu “setan” atau minuman keras (miras) dimusnahkan oleh jajaran Polres Kudus di Alun-alun setempat, Jumat (3/5/2016). Kegiatan pemusnahan minuman keras tersebut juga turut dihadiri oleh jajaran pemerintahan, SKPD, TNI, dan organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus Musthofa mengatakan, tahun depan diharapkan tidak ada kegiatan pemusnahan.”Namun harus ada kegiatan yang positif. Bila tidak ada kegiatan pemusnahan, maka secara otomatis Kudus ini bisa tertib dari miras,” paparnya.

Sementara itu, untuk menuju Kudus yang religius, antarelemen harus bisa selalu bersinergi untuk membangun kota ini.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, jumlah minuman keras tersebut sebanyak 5.232 botol dari berbagai merek. Di antaranya ialah 4.882 botol berbagi merek, 18 liter oplosan, dan 332 putihan.

Selain itu, ke-5.232 botol tersebut merupakan hasil operasi dan razia di tahun 2015 dan 2016 ini. Adapun rinciannya ialah periode Juni 2015 hingga Desember 2015 mendapatkan 362 botol, sedangkan Januari 2016 hingga Mei 2016 ini mendapatkan 4.870 botol.

“Yang paling Inti yakni para pemuda harus bisa kompak untuk selalu ikut serta membangun Kudus. Supaya kudus bisa menuju semakin baik,religius dan sejahtera,” imbuhnya.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai berharap supaya masyarakat peka terhadap keberadaan minuman keras. “Semua warga harus bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Baik itu berani melaporkan keberadaan  penjual minuman keras, maupun berani untuk memantau keberadaan minuman itu di sekitarnya,” paparnya.

Sementara itu, pihaknya juga akan terus menggelar razia minuman keras di berbagai tempat atau penjual yang berada di wilayah Kudus. Menurut Andy, bila kondusivitas Kudus terjaga maka itu pun bukan serta merta peran dari kepolisian.”Akan tetapi kinerja itu datang dari berbagai kalangan. Seperti halnya unsur masyarakat, tokoh agama, terlebih dari pemrintah dan SKPD terkait,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →