Loading...
You are here:  Home  >  Regional  >  Kudus  >  Artikel ini

Murid SD 1 Jekulo Kudus Lestarikan Eksistensi Sastra Jawa



Reporter:    /  @ 17:59:02  /  2 Juni 2016

    Print       Email
Murid SDN 1 Jekulo Kudus melestarikan geguritan sebagai karya budaya tradisional Jawa yang memang sangat adiluhung. (ISTIMEWA)

Murid SDN 1 Jekulo Kudus melestarikan geguritan sebagai karya budaya tradisional Jawa yang memang sangat adiluhung. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam upaya pelestarian karya sastra Jawa,  mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengajak murid SD Negeri 1 Jekulo Kudus, untuk proses pelestarian itu.

Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang berada di bawah naungan Pendidikan Tinggi (Dikti) menjadi jembatan emas bagi mahasiswa yang menyalurkan kreativitasnya, terhadap para siswa melalui kegiatan pengabdian.

Fifi Lia Rumita, mahasiswa Unnes, mengatakan pihaknya mengajak murid-murid di sekolah itu, untuk membuat sebuah inovasi baru. ”Yakni antara geguritan dan wayang yang dikemas dalam sajian Wayang Gurit Bocah,” jelasnya.

Sajian itu ditampilkan dengan apik dan menarik. Menurut Fifi, diharapkan sajian ini mampu mengubah mindset para siswa terhadap geguritan yang dianggap jadul dan kuno.

”Karya sastra Jawa terutama geguritan, dinilai mengandung makna yang positif. Karena berisikan tentang nilai-nilai kehidupan, petuah bijak, serta berisikan nilai pesan Jawa yang adi luhung,” tuturnya.

Geguritan, menurut Fifi, dapat pula dijadikan sebagai media halus untuk membentuk watak, karakter, serta menumbuhkan kebaikan bagi generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak.

”Bersama rekan-rekan kami, tujuan dari pertunjukan ini adalah membangun eksistensi karya sastra Jawa, yang pada saat ini hampir tergerus oleh perkembangan zaman. Tentu saja kegiatan kami adalah kegiatan yang berbeda dari biasanya, sehingga menarik minat banyak orang,” terangnya.

Kegiatan Wayang Gurit Bocah merupakan inovasi pertama kali dari perpaduan wayang dan geguritan, yang dalam bentuk penyajiannya berbeda dengan penyajian wayang-wayang yang ada sebelumnya. Sehingga hal tersebut mampu membuat semangat murid SDN 1 Jekulo.

”Inilah yang kami harapkan supaya murid bisa ikut serta melestarikan karya sastra Jawa, khususnya geguritan. Melalui Wayang Gurit Bocah yang kami tampilkan, dapat dipelajari siswa dengan cara bermain peran. Inilah diharapkan mampu memiliki daya tarik tersendiri bagi para siswa. Dan bisa ikut serta melestarikan geguritan,” terangnya.

Harapan Fifi dan rekan-rekan, ke depannya geguritan dapat terus berkembang dan eksis pada murid yang berada pada tingkat sekolah dasar. Terutama pada kalangan anak usia dini.

”Dengan demikian, akan tercipta generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang ada,” imbuhnya.

Editor: Merie

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →