Loading...
You are here:  Home  >  Ekonomi  >  Artikel ini

Ini Penyebab Tingginya Inflasi di Kabupaten Kudus



Reporter:    /  @ 23:38:34  /  2 Juni 2016

    Print       Email
Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Inflasi Kabupaten Kudus pada bulan Mei yang mencapai 1,16 persen ternyata dipicu dari berbagai banyak komoditas. Namun, dari sekian banyak komoditas yang menyebabkan, komoditas jnis Beras, Gula dan pakaian menduduki peringkat pertama dalam inflasi.

Hal itu diungkapkan Kepala BPS Endang Tri Wahyuningsih. Menurutnya, kelompok bahan makanan termasuk beras merupakan inflasi tertinggi, mencapai 0.27 persen. Sedangkan untuk kelompok lain seperti sandang meningkat drastis menjadi 0,51 persen.

”Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah Beras, Gula. Sebagaimana diketuai, harga beras dan gula melambung tinggi belakangan ini,” katanya kepada MuriaNewsCom

Sedangkan untuk sandang, kebanyakan pembeli pakaian selama Mei meningkat. Hal itu bisa dimungkinkan karena menjelang bulan suci Ramadan, yang mana banyak peminat pakaian.

Kondisi tersebut sudah terulang tiap tahun. Sehingga pembeli pakaikan sering meningkat drastis tiap tahun. Tidak hanya di swalayan, namun pasar tradisional juga demikian.

Perkembangan harga berbagai komoditas selama Mei 2016, kata dia, secara umum memang mengalami kenaikan seperti harga beras, telur ayam ras, gula pasir, cumi cumi dan sebagainya.

Dia menjelaskan, beras bulan lalu memang mengalami kenaikan harga. Sedangkan untuk sandang, masyarakat mulai mempersiapkan puasa dan lebaran jauh hari.

Namun, meski mengalami Inflasi dan naiknya harga, terdapat pula komoditas yang justru harganya turun. Seperti mobil, pisang, besi beton, salak dan tomat sayur

“Meski komoditas tersebut mengalami penurunan, namun tidak terlalu banyak sehingga inflasi tetap terjadi,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Selengkapnya →