Loading...
You are here:  Home  >  Hukum & Kriminal  >  Artikel ini

Kitab dan Komik Injil Berbahasa Arab Disebar Orang Tak Dikenal di Sekolah dan Pesantren di Jepara



   /  @ 16:08:17  /  2 Juni 2016

    Print       Email
Kitab Injil berbahasa arab ditemukan di salah satu sekolah di Jepara. (MuriaNewsCom/wahyu KZ)

Kitab Injil berbahasa arab ditemukan di salah satu sekolah di Jepara. (MuriaNewsCom/wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kitab Injil berbahasa Arab dan Indonesia tiba-tiba saja disebar oleh orang tak dikenal di SMP N 1 Mlonggo dan SMK N 1 Bangsri, Jepara. Tak hanya di dua sekolah  itu saja, tetapi di satu pesantren, yakni pesantren Darus Salam yang berada di jalanPemuda turut Kelurahan Saripan, Kecamatan Kota Jepara.

Penyebar kitab injil yang dilengkapi dengan komik Injil diketahui dilakukan oleh beberapa orang yang mengendarai mobil. Modusnya, mereka bertamu lalu memberikan kenang-kenangan berupa kitab dan komik Injil terbitan CV Cahaya Hati Jakarta tersebut.

Peristiwa ini mendapatkan perhatian serius oleh sejumlah pihak, terutama aparat dari Polri, TNI, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang terdiri dari para tokoh agama di Kabupaten Jepara. Bahkan semua unsur tersebut telah melakukan pertemuan membahas hal itu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Ketua FKUB Jepara Kiai Mashudi mengatakan, pihaknya telah menggelar pertemuan dengan pihak-pihak terkait dan menghasilkan sejumlah hal. Hal itu dilakukan agar peristiwa penyebaran buku-buku maupun komik Injil tersebut tidak memicu konflik.

”Pertemuan kami lakukan dengan sesegera mungkin, dan terlaksana pada Selasa 31 Mei 2016 kemarin. Itu kami lakukan untuk mengantisipasi adanya respon yang berlebihan,” ujar Mashudi kepada MuriaNewsCom, Kamis (2/6/2016).

Dia juga mengatakan bahwa saat ini kitab dan komik Injil tersebut tengah diamankan. Rencananya dalam waktu dekat, pihaknya akan mengantar dua sekolah dan satu pesantren untuk mengembalikan kitab dan komik Injil itu ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Agama Kabupaten Jepara.

Sementara itu, Komandan Kodim 0719 Letkol Inf Ahmad Basuki mengatakan, peristiwa penyebaran kitab dan komik Injil tersebut sudah dikonfirmasi dengan pihak agama Kristen. Hasilnya, tidak ada program yang menyebarkan kitab maupun komik Injil di Kabupaten Jepara.

”Peristiwa itu seharusnya tidak terjadi karena bisa memicu konflik. Pihak tokoh agama Kristen juga telah menyampaikan hal demikian dan menyesalkan peristiwa ini. Dikhawatirkan itu dilakukan oleh oknum yang hanya ingin memecah belah persatuan yang selama ini telah terjalin dengan baik,” ungkap Basuki, terpisah.

Dia menambahkan, persoalan tersebut diserahkan kepada FKUB Kabupaten Jepara. Diharapkan tidak ada dampak atau gejolak di masyarakat atas peristiwa tersebut, demi persatuan dan kesatuan yang sudah ada.

Editor: Supriyadi

Komentar

komentar


    Print       Email


Artikel terkait lainnya

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Selengkapnya →