Loading...
You are here:  Home  >  Kesehatan  >  Artikel ini

Mari Kenalan dengan Metode Hipnoterapi



Reporter:    /  @ 08:03:48  /  5 Desember 2015

    Print       Email
A Yudo Prihartono. (Facebook Yudo)

A Yudo Prihartono. (Facebook Yudo)

 

KUDUS – Metode pengobatan memang berbagai macam. Salah satu yang saat ini sedang berkembang adalah metode pengobatan dengan metode hipnoterapi. Namun, banyak yang belum mengetahui apa itu hipnoterapi.

Hipnoterapis asal Kudus AYudo Prihartono SH MH MM CHt CT mengatakan, sebagai salah satu alumnus Adi W Gunawan Institute of Mind Technology, pihaknya punya tanggung jawab moral untuk turut serta melakukan edukasi kepada masyarakat, tentang pentingnya pemahaman masalah pikiran dan emosi serta upaya penyelesaiaanya yang tepat dan efektif. ”Ini agar masyarakat terbantu masalahnya dengan tepat dan efektif, serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” jelasnya kepada MuriaNewsCom, Sabtu (5/12/2015).

Sering terjadi di masyarakat, menurut Yudo, masalah emosi dan pikiran yang disimpulkan dengan salah. Termasuk ditangani dengan cara yang kurang tepat. Karena sejatinya manusia adalah satu kesatuan yang utuh dalam tubuh fisik (body), pikiran (mind), dan jiwa (spirit).

”Ketiga hal ini berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Kesehatan tubuh fisik dipengaruhi dan mempengaruhi kesehatan pikiran dan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Ketiga hal tersebut tidak bisa dipisahkan dan saling mempengaruhi dalam kehidupan manusia,” terangnya.
Beradasarkan riset, disimpulkan bahwa ada korelasi antara sakit fisik dan pikiran, emosi (akibat pengalaman traumatik, red), imprint, dan sugesti. Maka berdasarkan riset dihasilkan berbagai teknik terapi untuk menyembuhkan berbagai penyakit psikosomatis.

”Bahwa kondisi emosi sangat mempengaruhi kualitas kesehatan seseorang. Sehingga dengan teknik-teknik tertentu dalam hipnoterapi, berhasil menyembuhkan berbagai kasus psikosomatis yang ringan maupun berat,” jelasnya.

Sedangkan masalah yang dapat diatasi atau disembuhkan dengan hipnoterapi antara lain trauma, stres, frustasi, migrain, insomnia, kurang percaya diri, takut gagal, kebiasaan buruk, kesedihan mendalam, perasaan bersalah, kecemasan tinggi, halusinasi, berbagai penyakit psikosomatis, dan berbagai penyakit yang disebabkan emosi dan pikiran lainnya. (MERIE)

Komentar

komentar




Artikel terkait lainnya

BPBD Rembang Minta Fasilitas Umum Dilengkapi APAR

Selengkapnya →